IMG-20170821-WA0020

Polisi Buru Pembunuh Sepasang Kekasih Di Mojokerto

BERITAPLATMERAH, MOJOKERTO – Dua warga Dusun Tambaksuruh, Desa Tambakagung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto tewas, Kedua korban yang diketahui pasangan kekasih tersebut tewas setelah dibacok menggunakan senjata tajam jenis celurit, Senin (21/8) dini hari.

Korban atas nama Komariah (44), warga Dusun Tambaksuruh, Desa Tambakagung, Kecamatan Puri dan Ahmad Wiyono (50), warga Desa Pekukuhan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Keduanya berada di dalam rumah bersama dua anak Komariah sedang tertidur.

Ketua RT 3 RW 6, Slamet Hariadi mengatakan, kejadian pembacokan dan pembunuhan tersebut terjadi sekira pukul 01.00 WIB.

“Pelaku datang dengan menggunakan ojek, kemudian masuk dengan cara mendobrak pintu rumah korban,” ungkapnya.

Masih kata Slamet, pelaku merupakan mantan suami korban itu datang membawa celurit dan langsung masuk rumah dengan mendobrak pintu depan. Pelaku langsung membacok korban Ahmad Wiyono yang tertidur ruang tengah dan Komariah yang tertidur di kamar.

“Usai membacok, kemudian pelaku pergi dan naik ojek, Ojek itu menunggu sekitar 50 meter dari rumah korban, anak korban yang SMA itu sempat mengejar tapi tidak terkejar. Ada empat orang di dalam rumah, dua korban dan dua anak korban Bu Komariah,” ujarnya.

Slamet menambahkan, warga mengetahui setelah terdengar keributan dan korban sudah tergeletak bersimpah darah, Korban Ahmad Wiyono tergeletak di halaman rumah, sementara Komariah tergelatak di tempat tidur. Polisi yang datang langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata menegaskan, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku pembacokan dan pembunuhan, Saiman (55) warga Desa Meteng, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang.

“Pelaku pembacokan dan pembunuhan masih dalam pengejaran petugas dan kita mohon restunya dalam waktu dekat pelaku tertangkap. Identitas sudah termasuk tempat tinggal dan tempat bekerja,” ujarnya kepada beritaplatmerah.com.

Pihaknya berharap, masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku agar menginformasikan untuk dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kedua korban dibacok dan dibunuh karena motif asmara. Pelaku cemburu karena korban, Komariah (44) masih istrinya.

“Penyidikan awal, asmara. Motif sementara karena cemburu, status perkawinan antara korban dengan pelaku masih suami-istri sah. Kita juga mendengar informasi jika korban perempuan pernah menyampaikan pernah diancam akan dibunuh jika ada hubungan dengan korban laki-laki,” ungkapnya.

Kapolres menjelaskan, perbuatan yang hingga menyebabkan dua korban, Komariah (44) dan Ahmad Wiyano (50) meninggal, pelaku diancam pasal pembunuhan berencana. Terkait ojek yang mengantarkan pelaku ke rumah korban dan melakukan aksi pembacokan dan pembunuhan, masih dalam penyelidikan.

“Tukang ojek apakah teman pelaku, masih kita dalami ada hubungan dengan pelaku atau tidak tapi yang terpenting mencari keberadaan pelaku untuk melihat motif pelaku dulu, Kedua korban saat kejadian tidak dalam satu kamar, mereka tidur di tempat berbeda, perempuan di dalam, Laki-laki tidur di kursi luar,” jelasnya.

Dari keterangan saksi, sebelum aksi pembacokan dan pembunuhan tersebut terjadi, pintu depan rumah korban didobrak oleh pelaku.

“Hasil visum, ada luka bacok di bagian perut, Untuk laki-laki, luka bacok ada di sebelah kiri dan perempuan perut bagian kanan serta jari putus dan luka tusuk di dada, Kami masih melakukan penyelidikan kasus ini, mohon doanya semoga pelaku cepat tertangkap,” tandas Kapolres. (tin/tyo)