Pimpinan Ponpes Al-Hidayah Cicalengka KH. Umar Basri Dianiaya Orang Tak Dikenal

0
32

Kabupaten Bandung – Warga Cicalengka Kabupaten Bandung digegerkan dengan peristiwa penganiayaan seorang tokoh agama di tempat ibadah. KH Umar Basri (60), Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dianiaya oleh orang tidak dikenal di dalam masjid.

Kejadian tragis tersebut menyebar melalui media sosial Facebook di berbagai grup, namun sebagian ada yang menghapus postingan tersebut setelah ramai dikomentari.

Dari informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi Sabtu (27/1/2018) pukul 05.30 WIB, di dalam Masjid Al-Hidayah Kampung Santiong 03/03, Desa Cicalengka Kulon, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung.

Usep salah satu santri yang juga kolega Pesantren Al-Hidayah mengatakan KH Umar Basri atau sering dipanggil kang Emon atau Mama. sudah dilarikan ke RS Al-Islam.

“Sudah dibawa ke rumah sakit, luka-luka di wajahnya. Pelakunya tidak tahu siapa, orang tidak dikenal,” ujarnya.

Menurutnya peristiwa itu terjadi pagi tadi, Sabtu (27/1) setelah melakukan shalat Subuh. “Kejadiannya pagi saat mama berdzikir di dalam masjid,” katanya.

Pantauan di lokasi kejadian pukul 13.15 WIB, ratusan santri memadati pesantren Umar Basri. Terlihat Wakapolres Bandung Kompol Mikranuddin bersama petugas INAFIS Polres Bandung masih melakukan proses identifikasi di dalam masjid.

Saat melakukan proses identifikasi, ditemukan sejumlah bercak darah yang berceceran di lantai, sajadah dan jendela masjid.

Kapolsek Cicalengka Kompol Asep Gunawan mengatakan peristiwa tersebut terjadi peristiwa itu terjadi di dalam Masjid Al-Hidayah Kamyang Santiong 03/03, Desa Cicalengka Kulon, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Sabtu (27/1/2018), sekira Pukul 05.30 WIB.

“Penganiayaan (dilakukan) di dalam masjid yang mana (pelaku) ikut salat, begitu selesai (salat) pelaku langsung memukul pak kyai,” kata Asep di TKP.

Ia mengungkapkan pada saat kejadian tersebut, Mama sapaan karib KH Umar Basri berada dalam masjid bersama pelaku karena santri sudah kembali ke pondokan

“Dalam masjid tinggal berdua santri yang lain sudah pada keluar, jadi betul memang ada penganiayaan terhadap pak kiyai,” ungkapnya

Untuk melancarkan pencarian pelaku, pihaknya kini sudah mengumpulkan saksi-saksi dan saat ini masih melakukan penyelidikan. “Kyai sudah di rumah sakit, proses identifikasi TKP sudah dilakukan, TKP aman,” ujarnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat, jangan mudah terprovokasi dengan cerita yang menyangkut hal-hal yang merugikan semua pihak. “Ini murni adalah diduga penganiayaan,” pungkasnya.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here