PETANI PRODUSEN MENANGIS KARENA MANISNYA GULA IMPOR DAN ENAKNYA BERAS IMPOR

0
10

Beritaplatmerah.com-Jakarta,Ketua Umum Asosiasi  Pedagang dan Tani Tanaman Pangan dan Holtikultura Indonesia, Rahman Sabon Nama menyatakan dirinya tidak akan bosan membela kepentingan petani dan pedagang pasar, saya akan tetap berkomitmen memperjuangkan kedalautan dan kesejahteraan petani produsen dan pedagang kecil dan menengah terkait dengan misteri kebijakan impor beras yang terkesan ditutupi oleh pemerintah.”Tuturnya kepada Platmerah,

“Sindir Rahman,Negeri ini memang aneh seperti di dunia pewayangan, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan satu juta Ton beras impor asal Vietnam dan Thailand akan masuk untuk memperkuat cadangan stok Perum Bulog.
Anehnya Menteri Pertanian Amran masih menyangkal bahwa pemerintah belum berniat mengimpor beras karena ia berkeyakinan akan terjadi surplus beras pada tahun 2015 ini sebesar 10,527 juta ton, berdasarkan keyakinannya itu , Amran optimis pemerintah tidak akan impor beras.

Rahman Sabon yang sudah 30 tahun bergelut secara praktis di bidang komoditi pangan Bulog sangat mengetahui dan mengkhawatirkan  dengan melihat stok beras di Gudang Bulog.

“Kata Rahaman,Stok menurut pantuan kami bahwa  kualitas medium broken 15 % sebanyak 900.000 ton dan beras kualitas premium 5 % sekitar sebanyak 400.000 ton. Apalagi harga beras medium di pasaran sudah beranjak naik Rp.9.500/Kg dan beras kualitas premium dengan patahan 5 % sudah mencapai harga Rp.11.500/Kg.

Stok ini akan semakin menipis apabila dipergunakan untuk penyaluran raskin Oktober sebanyak 460.000 ton dan untuk Operasi Pasar (OP) Murni maupun OP khusus pada Nopember hingga Januari 2016 mendatang, saya perkirakan Bulog bisa minus stok 500.000-1.000.000 ton karena kelengahan dan kebodohon Dirut Bulog dan Menteri Pertanian dalam melakukan penyerapan gabah dan beras pada puncak panen April-May lalu. Karena itu saya menyarankan kepada Presiden Joko Widodo agar perlu mempertimbangkan hal sbb :

1) Abaikan informasi ABS dari Kementerian Pertanian, Badan Pusat Statistik (BPS) dan Perum Bulog karena akan sangat berbahaya taruhan politiknya.
2) Sebaiknya sebagai solusi memperkuat ketahanan pangan nasional dan gizi sesuai undang undang pangan maka perlu dibentuk Kementerian Pangan dan Bulog atau Lembaga Pangan dibawah Presiden Kepala Staf Khusus Presiden bidang Pengendalian Pangan Nasional (BP2N).
3) Enaknya beras impor karena harganya jauh lebih murah, saat ini  harga beras di Bangkok dengan harga CIF Indonesian port 330 USD/MT, maka ditambah harga  Border  5% untuk handling/transport/ongkos pemasaran sampe ke wholesale/harga Border Rp.4.750/Kg, berpatokan dengan kurs APBN 2016 yaitu Rp.13.900/USD, dengan demikian harganya jauh lebih murah dari harga GKG Petani yaitu Rp.5700/Kg, maka berdampak pada anjloknya harga beras petani dalam negeri dan Bulog memperoleh profit yang berlipat lipat.
4) Sementara gula rafinasi dan raw sugar yang digunakan untuk industri makanan dan minuman dapat diimpor secara langsung sehingga gula rafinasi jauh lebih murah dibandingkan harga pokok gula petani. Untuk itu saya minta  agar pemerintah agar impor dutynya dinaikan Rp.790/Kg menjadi Rp.1200/Kg dan bisa mengendalikan gula rafinasi dan raw sugar impor hanya untuk segmen industri untuk melindungi petani produsen gula tebu sehingga  harga gula petani tidak anjlok seperti tahun 2014 yang lalu tidak laku dijual, oleh karena impor gula ini mempunyai profit yang sangat manis dan menggiurkan” Tungkasnya.

Editor:agus Nainggolan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here