Pesan Ancaman Pemblokiran Akun Facebook Ternyata HOAX

0
5

Kasus kebocoran data pengguna facebook menimbulkan gelombang hoaks soal penutupan akun media sosial ini.

Bila sebelumnya heboh hoaks penutupan facebook 24 April, terbaru banyak beredar pesan berantai agar membagikan informasi yang diterima kepada temannya.

Pesan yang diterima ini beragam, tapi intinya meminta agar pesan yang diterima dibagikan ke 20 teman lain. Jika tidak dibagikan maka, akun facebooknya dinonaktifkan alias diblokir.

Jika diaktifkan, akan dikenakan biaya. Akibatnya facebooker yang takut akunnya diblokir menyebarkan pesan berantai hoaks ini lewat messenger.

Pesan berantai itu antara lain:

”Kami dari otoritas fb telah memulai pemblokiran. Untuk anggota fb yang tidak aktip. Di mulai dari menghilangnya propil anda.dan akan memblokir fb anda secara permanen. Untuk menghindari pembelokiran bagikan pemberitahuan ini minimal ke 20 pelanggan fb aktip. Untuk menunjukan bahwa anda pelanggan fb aktip. Kalau anda tidak mengikuti anjuran ini. Dalam waktu 30 jam fb anda akan di blokir Secara permanen.manajer Mark zuckerberg.”

Ini pesan pendek.

”Hai, saya Mark, Manajer Facebook. Halo semuanya, sepertinya semua peringatan itu nyata. Menggunakan Facebook akan membutuhkan biaya. Jika Anda mengirimkan seri ini ke 18 berbeda dari daftar Anda, ikon Anda akan berwarna biru dan akan gratis untuk Anda. Jika Anda tidak mempercayai saya, besok jam 6 sore Facebook akan menutup dan membukanya Anda harus membayar. Semua ini menurut hukum. Pesan ini untuk menginformasikan kepada semua pengguna kami bahwa server kami sangat sibuk baru-baru ini. Kami meminta bantuan Anda untuk menyelesaikan masalah ini. Kami meminta pengguna aktif untuk meneruskan pesan ini ke semua orang di daftar kontak Anda untuk mengkonfirmasi pengguna Facebook aktif. Jika Anda tidak mengirim pesan ini ke semua kontak Anda di Facebook, akun Anda akan tetap tidak aktif karena kehilangan semua kontak Anda tanpa mengirim pesan ini. Ponsel cerdas Anda akan diperbarui dalam 24 jam ke depan, dan akan memiliki desain baru dan warna baru untuk obrolan. Pengguna Facebook yang terhormat, kami akan memperbarui ke Facebook mulai pukul 23:00. Hingga pukul 5 pagi pada hari ini. Jika Anda tidak mengirim ini ke semua kontak Anda, pembaruan akan dibatalkan. Anda tidak akan memiliki kemungkinan untuk mengobrol dengan pesan Facebook Anda. Anda harus membayar harganya kecuali Anda adalah pengguna yang sering. Jika Anda memiliki setidaknya 10 kontak, kirim SMS ini dan logo akan berubah merah untuk menunjukkan bahwa Anda adalah pengguna yang Anda konfirmasikan … kami mengakhirinya secara gratis. Besok mereka mulai mengumpulkan pesan Facebook dengan 0,37 sen. Teruskan pesan ini ke lebih dari 9 kontak, dan Anda akan bebas selama sisa hidup Anda. Tonton dan bola berubah menjadi hijau. Lakukan dan Anda akan melihat Facebook sekarang gratis. Kirim ke 10 orang untuk mengaktifkan kembali layanan Anda tanpa biaya.

Ini pesan panjang dan disertai video CEO Facebook Mark Zuckerberg.

Namun pengalaman dari beberapa pemilik akun facebook yang sudah menerima pesan ini sejak beberapa hari lalu dan tidak meneruskan ke kontak lain tidak mengalami pemblokiran seperti yang tertera dalam ini. Artinya pesan berantai alias broadcast ini adalah hoax.

Sedangkan soal informasi penutupan facebook 24 April, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara dalam berbagai kesempatan tidak pernah mengatakan akan memblokir Facebook. Melainkan, Rudiantara berkata Kementerian Kominfo tak segan memblokir Facebook, namun harus sesuai prosedur agar langkahnya tak gegabah.

Satu-satunya pernyataan tegas Rudiantara soal blokir Facebook adalah, jika ditemukan bukti bahwa Facebook dipakai sebagai sarana menghasut.

Deadline 26 April

Terbaru Pemerintah Indonesia kembali memberikan peringatan tegas kepada Facebook terkait pencurian data 1 juta pengguna.

Kali ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan empat poin permintaan yang harus dipenuhi Facebook dalam tujuh hari ke depan atau tepatnya tanggal 26 April 2018.

“Hari ini Kementerian Kominfo melalui Dirjen Aplikasi Informatika kembali mengirimkan surat kepada Facebook untuk permintaan penjelasan dan dokumen terhadap penyalahgunaan data pengguna Facebook Indonesia,” tulis Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Noor Iza dalam pernyataan resmi yang diterima KompasTekno, Kamis (19/4/2018).

Empat permintaan tersebut tertuang dalam surat kepada Facebook yang dikirim Kominfo lewat Dirjen Aplikasi dan Informatika.

Dalam surat tersebut, pada poin pertama, Pemerintah Indonesia meminta Facebook untuk mengklarifikasi soal adanya informasi penyalahgunaan data pengguna Facebook yang meluas ke firma analisis lain seperti CubeYou dan Aggregate IQ.

Kedua, Pemerintah Indonesia meminta penjelasan lebih lanjut mengenai tindakan teknis untuk membatasi akses data di Facebook, seperti yang telah dijelaskan pada 5 April 2018.

Ketiga, Kementerian Kominfo ingin Facebook agar segera memberikan data, jadwal, atau hasil audit dari kasus ini.

Terakhir, pemerintah melalui Kominfo juga meminta agar Facebook memberikan data soal pengguna Indonesia yang terkena dampak penyalahgunaan data oleh Cambridge Analytica.

“Dalam surat juga disebutkan agar Facebook memenuhi permintaan tersebut selambat-lambatnya dalam tujuh hari sejak surat ini dikirimkan,” ungkap Noor Iza.

Seperti diketahui, pada Selasa (17/4/2018), Komisi I DPR telah mendengarkan penjelasan Facebook terkait skandal ini. Kendati demikian, apa yang dijelaskan Facebook dikatakan masih belum memuaskan.

Facebook pun belum menyerahkan hasil audit beserta nota kesepahaman (MoU) dengan pengembang pihak ketiga yang membocorkan data pengguna ke Cambridge Analytica.

Pemerintah setidaknya telah melayangkan dua kali surat peringatan kepada Facebook.

Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari pun sebelumnya mengatakan, audit akan terus berjalan. Namun, ia belum bisa memastikan kapan hasil audit tersebut dapat diserahkan kepada Pemerintah Indonesia. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here