Peruntukan IMB Hunian, “Gedung Graha Sentra Disulap Jadi Perkantoran”

0
66

Beritaplatmerah.com-jakarta-Disaat gubernur DKI jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang sering dipanggil Ahok sedang mentata kota jakarta,  Sementara sebuah bangunan mewah yang diduga melanggar Keputusan Kepala Dinas Pengawasan dan penertiban bangunan provinsi DKI jakarta sejauh ini masih tetap berdiri kokoh.Gedung perkantoran Graha sentra yang berlokasi di Jl. Agung perkasa IX blok Ki No.26-27 RT. Kel.urahan Sunter Agung Kec.Tanjung Priok Jakarta utara tersebut diduga digunakan tidak sesuai dengan peruntukannya.

Menurut pihak managemen yang diwakili Foke  mengatakan,Gedung berlantai 5 dengan IMB no 9218/IMB/2009 yang dimiliki PT.Aneka Usaha Unggul berdiri tahun 2009 dengan  IMB yang diperuntukkan untuk perkantoran dan pergudangan ,akan tetapi pemantauan wartawan debagian digunakan untuk rumah tinggal atau hunian dan bahkan  didalam gedung tersebut digunakan oleh banyak perusahaan untuk berkatnor.

foke yang mengaku lulusan sarjana Hukum ini menjelaskan kepada awak media, kalau dirinya bekerja dikantor tersebut tahun 2013 lalu, dirinya  sempat melanjutkan mengurus izin tersebut akan tetapi peruntukannya  berubah tanpa pemberitahuan, awalnya di sunter ini dulunya tidak ada hunian (perumahan) dan ternyata ketahuan saat saya urus pertama kali SLF (sertifikat layak fungsi) disitu baru ketahuan ternyata izin kita hunian, proses pengurusan lama di tata kota, dan sampai saat ini izin masih dalam proses dan belum selesai masih di dinas tata ruang dan lanjut ke gubernur, kalau bapak mau lebih jelas silahkan bapak ke tata kota jumpai pak iskan, “Ungkap foke” (putra tobing)

Leo,Kepala pengawaan Kecamatan Tanjung Priok ,yang dimintai tanggapannya terkait hal tersebut,tidak memberikan jawaban yang jelas,Pegawai Kecamatan yang mengunci ruangannya sambil tidur pada jam 09.55. tersebut  hanya mengatakan bahwa  bangunan tersebut sudah berdiri dan beroperasi sebelum dirinya menjabat disana.Terkait pembangunan itu saya tidak tau bang,”saya baru bertugas disini, jadi untuk menjawabnya tidak ada kapasitas saya,keculai berdiri pada saat saya menjabat disini,”Jawab Leo kepada Wartawan

Merasa tidak puas  jawaban Leo wartawan kembali mencari informasi ke dinas  tata kota Jakarta Utara,di  lantai 3 kantor Walikota jakarta Utara tersebut , kembali wartwan mendapat  jawaban yang tidak memuaskan.Kepala bagian pengawasan dan penataan mengatak  didapat kalau berkas-berkas itu dulunya Online dan sekarang berkas itu sudah dipindahkan. Kepusat kementrian “Tutur bagian pengawasan dan penataan”

 

Ntah siapa yang disalah dan ini tanggung jawab siapa, bangunan perkantoran tersebut sedikitpuntidak tersentuh oleh dinas yang terkait, padahal diduga sudah  melanggar Pergub no 124 tahun 2012, b,(Putra Tobing)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here