Pertambangan Liar Marak di Pangandaran

0
7

Pangandaran (Jabar) – Aktivitas pertambangan di Kabupaten Pangandaran banyak yang tidak memiliki izin. Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Perencanaan dan Kajian Dampak Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan (DLHK) Kabupaten Pangandaran, Rahlan Hermana, dikutif HR, Selasa (09/01/2018)

“Aktivitas pertambangan baik pengerukan tanah, batu gamping dan batu cabluk merupakan kawasan lindung,” kata Rahlan.

Kawasan lindung tersebut, kata dia, merupakan pengendali alam baik air, kawasan setempat dan kawasan daerah yang berada dibawahnya.

“Untuk aktivitas penggunaan lahan kawasan yang melakukan aktivitas usaha di kawasan lindung harus ada ijin dari Kepala Daerah,” ujarnya.

Menurutnya, untuk aktivitas penjualan hasil pertambangan harus ada dokumen perijinan dari Pemerintah Provinsi atas dasar rekomendasi dari ESDM.

Berdasarkan data yang dimiliki DLHK Kabupaten Pangandaran, aktivitas pertambangan yang belum memiliki ijin diantaranya di Desa Cintaratu, Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Desa Cibereum, Kecamatan Sidamulih dan Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang.

Sementara saat ini di Kabupaten Pangandaran juga ada beberapa lokasi aktivitas pertambangan yang statusnya pematangan lahan.

“Untuk pematangan lahan dokumen yang harus dimiliki diantaranya SPPL, namun tanah dan batu yang dikeruk tidak boleh diperjualbelikan karena sifatnya hanya untuk penataan lahan bangunan seperti perumahan,” pungkasnya.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here