Pernyataan Sikap IMM Terhadap Penanganan Kasus Hoax Ratna Sarumpaet

0
4

Menyimak dinamika dan perkembangan penanganan penegakan kasus hoax Ratna Sarumpaet (RS), dan menyeret beberapa tokoh bangsa, dengan ini DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menyatakan sikap, sebagai berikut:

“Apa yg dilakukan oleh Ratna Sarumpaet (RS) merupakan kejahatan yg bisa berakibat fatal bagi kerukunan dan stabilitas politik di negara. Kami menuntut kepada Kapolri untuk menindak kasus ini sampai tuntas, terungkap secara gamblang,” kata Ketua Umum DPP IMM Najih Prastiyo dalam press rilisnya.

Yang kedua, kata Najih, upaya untuk menganggap kasus ini bisa diselesaikan dengan cukup permintaan maaf adalah bentuk pelemahan terhadap pemberantasan penyebaran hoax itu sendiri dimana dengan jelas di dalam undang-undang terancam pidana 10 tahun.

Ketiga, mendukung penuh segala upaya Polri untuk menegakkan hukum sesuai porsinya dan mengutuk segala tindakan dan upaya pelemahan terhadap polri. Keempat, menuntut kepolisian utk mendahulukan asas praduga tak bersalah terhadap pemanggilan beberapa saksi terkait kasus hoax RS ini. Kelima, Menyeru kepada seluruh pihak terkait agar tidak kemudian mengarahkan isu hoax ini menjadi isu yg mengarah kepada sentimen keagamaan,” ujarnya.

Selanjutnya, yang keenam, mengedepankan pelayanan dan pendekatan kultur dalam menangani kasus hukum RS yg berhubungan dengan tokoh bangsa. Ketujuh, meminta kepada seluruh elemen politik untuk tidak menunjukkan kembali akrobat – akrobat politik yang bisa mengusik kerukunan di tahun politik ini.

Kedelapan, stop upaya pelemahan KPK dan Polri dalam situasi tahun politik. Upaya BW yang hendak membenturkan KPK dan Polri karena yang bersangkutan berafiliasi dengan kubu PAS, dan membawa masalah hukum ke ranah politik. Ini akan membahayakan sinergitas antar penegak hukum melawan para koruptor besar, dengan seolah mendukung masalah penegakan hukum tapi ditumpangi kepentingan afiliasi politiknya.

“Demikian pernyataan sikap kami,” tandas Ketua Umum DPP IMM, Najih Prastiyo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here