Perlawanan Jessica: Gugat Status Tersangka, Penahanan dan Pencekalan

0
16

Jakarta – Tersangka Jessica Kumala Wongso mengajukan praperadilan terhadap Polda Metro Jaya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Materi gugatan praperadilan yang digugat Jessica yakni tidak sahnya penangkapan dan penetapan tersangka.

“Inti dari permohonan praperadilan adalah penahanan tidak sah dan pencekalan tidak sah karena tidak ada perbuatan pidana. Pencekalan yang dimaksud ke luar negeri, tidak boleh pulang ke Australia,” ujar kuasa hukum Jessica, Yudi Wibowo Sukinto, saat ditemui di PN Jakpus, Jl Bungur Besar, Jakarta Pusat, Selasa (23/2/2016).

Ia bersama dua anggota tim kuasa hukum Jessica tiba di lokasi sekitar pukul 08.35 WIB. Yudi bersikukuh menyebut Polda tidak memiliki bukti kuat untuk menahan kliennya. Apalagi menetapkannya sebagai tersangka.

“Saya ingin membuktikan dalam Pasal 66 KUHAP, mereka menahan Jessica bukti kuatnya apa. Saya ingin tahu orang tidak berbuat kok ditahan. Sekarang mana buktinya Jessica menaruh racun sianida di kopi itu?” terangnya.

Setelah sidang praperadilan pertama, nanti pihaknya menghadirkan tiga orang saksi. Menurutnya, saksi yang dihadirkan memiliki kualitas yang sangat baik.

Pihaknya pun menegaskan bahwa Jessica tidak bersalah sama sekali dalam kasus kematian Wayan Mirna Salihin. Tim kuasa hukum berani mengajukan praperadilan karena merasa benar.

“Kalau memang merasa tidak bersalah, silakan praperadilan kata Pak Iqbal (Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol M Iqbal),” sebut Yudi.

Yudi kerap menyebut berkas perkara Jessica jauh dari lengkap. Yudi lagi-lagi mempersoalkan bukti yang bisa menunjukkan Jessica menaruh sianida dalam es kopi yang diminum Mirna di Kafe Olivier, Grand Indonesia pada Rabu (6/1).

“Belum (lengkap), jauh, nggak ada bukti, bukti konkret nggak ada. Bukti yang nyata konkret melakukan perbuatan meracuni itu kan belum ketemu,” ujar Yudi kepada wartawan, Kamis (11/2).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here