Perjuangan Bayi Alana Bertahan dengan Otak di Luar Kepalanya

0
20

Lancashire, Inggris, Alana Long terlahir dengan cacat langka yang disebut encephalocele. Kondisi ini digambarkan dengan sebagian otak bayi tumbuh di luar kepalanya, seolah-olah menempel begitu saja di belakangnya.

Sejak awal, dokter sudah mewanti-wanti bila mungkin Alana takkan berumur panjang. Sebab bayi dengan encephalocele rata-rata memang mengalami kerusakan otak dan gangguan saraf lain untuk seumur hidupnya.

Kondisi ini memaksa sebagian besar orang tua untuk menggugurkan kandungan mereka. Hal yang sama sempat dirasakan kedua orang tua Alana, Catherine (38) dan Mark (45).

“Kami menemukan jika si kecil mengalami encephalocele saat usia kandungan 20 minggu, tapi kami putuskan untuk mempertahankannya,” kata Catherine seperti dikutip dariThe Sun, Senin (15/2/2016).
Namun Alana menepis segala sangkaan itu. Selain lahir dalam keadaan sehat dengan berat tubuh ideal, 3,91 kg, selepas operasi Alana tumbuh ceria seperti anak-anak seumurannya, walaupun secara umum belum bisa menangis atau mengekspresikan dirinya.
Dengan keputusan itu, Alana yang lahir saat usia kandungan ibunya masih 26 minggu itu pun langsung dipindahkan ke ruang operasi begitu keluar dari rahim.

Kemudian, tepat saat umur Alana genap 8 hari, operasi pengangkatan encephalocete itu pun digelar di St Mary’s Hospital, Manchester.

“Saya bahkan tak sempat menggendong atau melihat wajahnya. Suami saya hanya bisa melihat wajahnya satu kali, lalu ia harus menunggu 24 jam lagi untuk bertemu putrinya,” kisah Catherine, yang tinggal di Accrington, Lancashire.

Prosedur itu sendiri juga membuat Catherine dan Mark tak tega, mengingat putri mereka yang masih begitu kecil harus menjalani prosedur serumit operasi itu 8 jam lamanya.

“Kami sangat ketakutan, dan penantian ini terasa begitu lama, apalagi ia sempat kejang di tengah prosedur. Tapi keesokan harinya, kami lega mendengar semuanya baik-baik saja,” lanjutnya.

Operasi ini sebenarnya riskan bagi Alana karena meski berhasil, prosedur itu mengakibatkan sebagian penglihatan Alana hilang dan memperlambat pertumbuhannya. Saat itu, Catherine dan suaminya bahkan sempat berpikir Alana akan tumbuh sebagai anak difabel.

Alana juga akan mendapat pengawasan penuh dari tim dokter untuk memastikan adakah kecacatan yang terjadi setelah operasi. “Dia selalu tersenyum meskipun beratnya tantangan yang harus dihadapinya setiap hari. Saya tak menyesal memberinya kesempatan,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here