Perfoming Art “Bukit Asam Enim Culture Festival 2018”, Momentum Mengenalkan Tanjung Enim Kota Wisata

0
2

Muara Enim (Sumsel) | Beritaplatmerah.com – Guna mendukung Tanjung Enim Kota Wisata di kabupaten Muara Enim, tentu tidak lepas juga dari seni dan budaya,serta kuliner tradisionalnya yang harus dan perlu diangkat.‎ Untuk itulah sebagai sarana ekspresi seni budaya bagi penggiat seni dan masyarakat disekitar, harus digalak kan untuk berperan aktif dalam menonjolkan identitas Tanjung Enim sebagai Kota Wisata, serta menggalakan Nasionalisasi potensi alam dan budaya masyarakat Tanjung Enim. Hal itu mengemukan dalam konsep bertajuk “Bukit Asam Enim Culture Festival 2018” yang di rencanakan akan di gelar selama dua hari pada 7-8 April 2018 mendatang di Lapangan Fasilitas Sosial (Fasos) Tanjung Enim.‎

Seperti diketahui, latar belakang diselenggarakannyaBukit Asam Enim Culture Festival 2018, merupakan puncak peringatan Hari Wanita Internasional. Dalam peringatan ini akan diadakan perhelatan budaya yang akan menyajikan aktivitas budaya Tanjung Enim pada khususnya dan Muara Enim pada umumnya.

Menurut pembina Pesona Enim yang akrap di sapa Bang Bara, kegiatan itu merupakan visualisasi akbar sebagai aktivitas keseharian wanita, ditunjukkan dalam “Masak Pais Tempoyak Ikan Patin 1200 Kg untuk meraih Rekor Muri. Dan momentum ini sebagai icon Tanjung Enim menuju Kota Wisata.

“Momentum kita untuk memajukan Tanjung Enim ditangan anak muda inilah, Tanjung Enim dan Muara Enim akan bangkit. Jadi anak muda harus banyak berperan disini. Jadi kalau berfikir disini,  saya sudah menjadi manager hotel sini, gaji saya cukup, tapi kenapa saya kok repot-repot ngurusi anak-anak kayak gini? Perlu diketahui, ada beban moral, saya asli Muara Enim,  melihat ketertinggalan wilayah daerah kita. Kalau di lihat dari APBD, Kabupaten Muara Enim menjadi kabupaten nomor 11 terkaya di Indonesia. Cuma kalah dari kabupaten Jember yang hanya menghasilkan garam,  ini yang membuat saya bertanya-tanya,  apa ini masalahnya,” ungkapnya.

Ny Rima (tengah,red) diantara para penari Srijayanasa Dance School usai tampil saat malam puncak HUT PTBA Tbk ke-37 di GOR Bukit Asam Tanjung Enim, belum lama ini

Ditambahkan Rima, ‎bentuk acaranya nanti yaitu Festival kebudayaan dan Pemecahan Rekor Muri Pais Tempoyak Ikan Patin Bungkusan terbanyak, yaitu pertunjukan Komunitas Adat,Pencak Silat,Fashion Show,penampilan Mini Theater Tradisional Games dan Sanggar tari se Muara Enim. Lomba senam Enim (Launching Senam Enim),Lomba Fotografi dan Vidiografi, lomba Tari Kreasi Tradisional, Stand Up Comedy (SUCTE),penampilan Orkestra Sriwijaya, dan Medley Tari Nusantara (Srijayanasa Dance School), serta pemecahan Rekor Muri Pais Ikan Patin.

Adapun sebagai ketua panitianya sendiri lanjut Rima adalah Tya, yang merupakan ‎”Wong Tanjung Enim” yang mewakili provinsi Sumatera Selatan dan Indonesia ke negeri Sakura Jepang, dengan mengangkat seni dan budaya.

“Asli wong Tanjung Raja,dan nenek nya asli Tanjung Enim, desa Lingga. Kita juga dapat undangan ke Eropa selama dua bulan, yakni sekitar bulan Juni-Agustus nanti untuk menampilkan budaya kesenian Sumatera Selatan,  khususnya kabupaten Muara Enim, dari mulai kesenian Semendo hingga Gelumbang kita angkat. Jadi kita disana juga akan angkat budaya Tanjung Enim, karena kita di undang untuk mengikuti berbagai festival disana,” jelas Rima.

Saat ini kata Rima, pihaknya sudah membuka pendaftaran peserta dari berbagi kegiatan lomba yang akan diadakan saat event “Bukit Asam Enim Culture Festival 2018, yaitu diantaranya, Lomba Tari Kreasi Tradisional, Vidio Challenge, Lomba Lagu Daerah, dan juga Perkemahan Gebyar Wisata Sesumatera Selatan di Buper Greenland Bangko Barat Tanjung Enim, untuk menuju Tanjung Enim Kota Wisata. (Aldo Dj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here