img-20161101-wa0000

Perbaikan Pelayanan Kesehatan Jadi Tugas Berat Pemkab Pacitan

BERITAPLATMERAH, PACITAN – Perbaikan pelayanan kesehatan masyarakat tampaknya menjadi tugas berat pemkab lima tahun ke depan. Pasalnya, hingga saat ini ketersediaan tenaga dokter di daerah berjuluk 1001 gua itu masih minim. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan, ada 75 dokter yang bertugas di Pacitan. Mereka ditempatkan di RSUD dan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di wilayah kecamatan-kecamatan.

Kepala Dinas Kesehatan Pacitan Rachmad Dwiyanto mengatakan, apabila mengacu pada jumlah penduduk sebanyak 577.725 jiwa, jumlah dokter yang ada saat ini masih kurang. Idealnya, seorang dokter menangani sekitar lima ribu penduduk. Jika dikorelasikan dengan jumlah penduduk, Pacitan masih kekurangan 30-40 dokter. “Kami akan menambah jumlah dokter secara bertahap mulai 2017,” ujarnya Rachmad mengakui minimnya jumlah dokter di Pacitan dipengaruhi beberapa faktor. Di antaranya, atensi atau minat sejumlah dokter untuk bekerja di Pacitan masih kecil. Karena Pacitan merupakan kota kecil dan kekuatan anggarannya terbatas, Sementara, dana pendidikan untuk dokter terbilang mahal. Senada diungkapkan sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pacitan dr Johan Tri Putranto.

Menurutnya, saat ini distribusi dokter di Pacitan masih sangat kurang. Misalnya, di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), khususnya yang ada pelayanan rawat inap hanya terdapat satu atau dua dokter saja. Kekurangan dokter juga dialami RSUD dr Darsono terutama dokter spesialis. Menurut Direktur RSUD dr Darsono, dr Iman Darmawan, saat ini rumah sakit pelat merah tersebut hanya memiliki 27 dokter spesialis. Para dokter itu mengampu 17 jenis spesialisasi. Kebutuhan tenaga medis itu termasuk dua dokter sub spesialis.

Iman Darmawan mengungkapkan, dokter sub spesialis itu sekaligus untuk menunjang pelayanan kesehatan RSUD dr Darsono Pacitan yang kelasnya bakal ditingkatkan menjadi tipe B. Selain dokter sub spesialis, pihaknya juga kekurangan dokter spesialis dasar apabila RSUD dr Darsono bakal dinaikkan tipenya. Terutama dokter yang memiliki spesialisasi kandungan, anak, bedah dan obgyn,tuturnya Dia menargetkan pada 2020 kekurangan dokter tersebut bisa diatasi. Mengingat di tahun tersebut, kenaikan status RSUD dr Darsono dari tipe C menjadi tipe B sudah mulai diterapkan,Pungkas nya.(tyo)

iklan