PENGUSAHA TIONGHOA, BUKAN HAMBATAN PENGUSAHA KADIN INDONESIA

0
25

Beritaplatmerah.com-Jakarta, Hari ini di Bali diselenggarakan pertemuan  World Chinese Enterprenership,kemarin dibuka dengan pemukulan gong oleh Ibu Megawati Soekarno Putri Mantan Presiden RI ke 5 di Nusa Dua Convention Centre Bali (27/9-2015).

Terkait perlehatan pertemuan pengusaha Tionghoa di Bali itu, Media Plat Merah  meminta pendapat Vice Presiden Tamasco (S)Pte.Ltd  DR.Rahman Sabon Nama ,pengusaha yang juga pengurus Kadin Indonesia itu.

Menurut Rahman Sabon bahwa kita hanya mengenal Kadin Indonesia, sebetulnya orang Tionghoa bukan hambatan ,dan kita tidak kenal  ada Kadin Chinese apalagi World Chinese Enterprenership,masyarakat kita masih beranggapan  orang Tionghoa sangat tertutup dalam berbisnis, begitu juga harapan kita agar para pejabat pemerintah harus lebih terbuka menerima pengusaha pribumi,dan kita siap bertarung dengan pengusaha Tionghoa dalam berbisnis.

Mungkin selama ini pejabat pemerintah lebih suka memberikan proyek pada pengusaha Tionghoa,karena mereka tidak cuap cuap kalau memberi komisi pada pejabat.Sedangkan pengusaha pribumi langsung nyanyi kalau ada hambatan dapat proyek.  Bahwa Indonesia butuh investor tidak hanya Tionghoa di tengah  ekonomi kita yang  melambat sekarang .

Ditempat terpisah Megawati pada sambutan singkatnya   di Nusa Dua, Bali
optimis dengan hadirnya  banyak  peserta  sekitar tidak kurang 3.000  orang pengusaha keturunan Tionghoa dari 30 negara,di dunia.

Untuk itu, menurut Mega Indonesia membuka pintu bagi investor Tionghoa untuk menanamkan sahamnya di Indonesia,karena
Indonesia negara kepulauan begitu besar dan tidak cukup kami sendiri membangun negri ini  Mega mengajak, teman-teman dari RRT sendiri atau  China perantuan dari 30 negara ujar Megawati dalam konfrensi itu.

Sedangkan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan  turut hadir dan dalam  sambutannya  mempromosikan potensi Indonesia doibidang infrastruktur dan kelistrikan  kepada investor Tionghoa. Rahman Sabon berharap pada pemerintah agar pemerintah  dalam kebijakan investasi tidak membuat sekat pengusaha Tionghoa dan pribumi agar tidak nenimbulkan sentimen etnis China dan pribumi melalui peraturan  kerjasama pemerintah,swasta nasional dan asing tutur Rahman Sabon menutup dialog dengan Plat Merah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here