Pengguna Jasa keluhkan Pelayanan Pelabuhan Pamatata – Bira

0
4

Beritaplatmerah | Selayar (Sulsel) – Pelabuhan kapal fery Pamatata desa Pamatata kecamatan Bontomatene kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel, adalah pelabuhan yang menghubungkan dengan pelabuhan Bira kabupaten Bulukumba.

Pelayanan di pelabuhan Pamatata Selayar dikeluhkan pengguna jasa karena terkesan tidak profesional dan asal asalan, Jumat (16/03/18).

Salah satu pengguna jasa yang bernama Firman asal Makassar dengan mengendarai mobil DN 8803 AT ingin menyeberang dari Pammatata ke Bira menyampaikan keluhannya kepada wartawan, bahwa ia merasa bingung dan heran dengan aturan di pelabuhan ini, nomor antrian kendaraan saya nomor 2 tapi kenapa tidak bisa ikut menyeberang pada trip pertama.

“Dan yang membuat saya lebih heran lagi ada mobil yang jelas-jelas antriannya di belakang saya bisa berangkat di trip pertama. Kemudian saya pertanyakan hal ini sama oknum petugas pelabuhan pamatata, dan disampaikan kepada saya bahwa nomor antrian yang digunakan adalah nomor antrian temannya yang batal berangkat kemarin. Saya dari tadi malam sekitar jam 8 sudah ada disini pak, saya tidur di pelabuhan tapi tetap saya tidak bisa¬† berangkat di trip pertama,” ungkap Firman.

Staf pegawai PT. Angkutan Sungai, Danau Dan Penyeberangan (ASDP) pelabuhan, Hj Bau Sangngang selaku petugas pelayanan tiket menyampaikan kepada wartawan, bahwa kapasitasnya hanta sebgai petugas tiket.

“Saya hanya sebatas melayani pengguna jasa dalam pembelian tiket. Kalau ada surat pengantar dari loket antrian maka saya layani. Mengenai pengaturan atau pengambilan nomor antrian itu bukan wewenang saya, silahkan tanyakan petugas loket antrian dan petugas lapangan yang mengatur kendaraan yang mau naik di kapal,” tandasasnya.

Disampaikan oleh kepala UPTD pelabuhan penyeberangan Pamatata Jamalani, ST bahwa seharusnya persoalan seperti ini tidak boleh terjadi.

Menurutnya, mobil yang naik di kapal disesuaikan dengan nomor antrian. “Jadi saya berharap kepada petugas lapangan dalam hal ini petugas yang mengatur kendaraan yang akan naik ke kapal supaya memeriksa dengan teliti nomor antrian semua kendaraan, terkecuali mobil ambulance dan mobil anggota Muspida dan jangan menerima layanan antrian kendaraan melalui telpon,” tegas Jamalani. (ANH)¬†

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here