Pengamat Pertanyakan Kebijakan Presiden Jokowi Terkait Pengangkatan Wakil Kepala BIN

0
15

BERITAPLATMERAH.COM-JAKARTA-Pengamat Politik dan Ekonomi Rahman  Sabon Nama mengatakan bahwa kedudukan presiden RI sangat kuat.Presiden adalah kepala pemerintahan dan kepala negara.

Sebagai kepala negara presiden adalah panglima tertinggi atas Angkatan Darat, Laut dan Udara,menyatakan perang,membuat perdamaian dan perjanjian dgn negara lain,mengangkat duta dan  memberi grasi,amnesti,abolisi dan rehabilitasi dan memberi gelar tanda jasa dan kehormtan.

Sedangkan sebagai kepala pemerintahan presiden membawahi kabinet termasuk panglima TNI,Kapolri dan Kejaksaan Agung.
sesuai dengan jabatan presiden Jokowi sebagai panglima tertinggi TNI presiden punya kewenangan untuk mengangkat  Kepala  Badan Intelijen Negara( BIN )

 Seperti diketahui sejak Juli 2015 Kepala BIN  Letjen Sutiyoso dengan Waka BIN Mayjen Erfi Triassunu digantikan oleh Letjen Torry Djohar Banguntoro yang pangkatnya sama dengan Ka BIN.

Sebagai pengamat politik Rahman mempertanyakan kebijakan presiden tersebut, ..ada apa gerangan ..mengapa terjadi demikian,tidak biasa/tidak lazim ..sehingga timbul suatu pertanyaan ada  apa?, sehingga terjadi penyimpangan kepemimpinan ditubuh BIN ,akankah Ka BIN masuk dalam target reshuffle kabinet gelombang kedua ? ,karena sejak tahun 1968 ada BIN ,ini kejadian yg kedua kali, kejadian pertama kali ketika Letjen  Ari J.Kumaat dengan wkl.Letjen Farid Zainudin tetapi kurang dari setahun KaBIN mengundurkan diri dan diganti oleh wakilnya”tuturnya kepada Beritaplatmerah.com(5/12/2015)

IMG-20150810-WA0003
DR.Rahman Sabon nama.Pengamat Politik dan Ekoniomi

Akankah terulang pergantian Ka BIN di era  pemerintahan Jokowi ini.Suatu prestasi yang luar biasa dan mencengangkan Waka BIN Letjen Torry Djohar Banguntoro yang menjabat sejak 10 sept.2015,karena kurang dari seminggu ada tiga Kepres yang diraihnya.Kurang dari tiga hari usia pensiun 58 thn 10 september 2015 promosi menjadi Bintang Tiga dan kurang dari 4 hari.tgl 11 Sept.2015 menjadi  Waka BIN dan lewat dari 4 hari dibulan yg sama tgl 18 sept.2015  diajukan alih status dari Letjen TNI berstatus menjadi PNS.

Luar biasa, sepengetahuan saya dalam sejarah BIN belum pernah ada seseorang dalam Jajaran BIN dalam waktu seminggu memperoleh 3 (tiga) Kepres sekaligus digenggamnya ,”tungkas Rahman Sabon Nama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here