Pencabulan Ayu Cs.: Tersangka Eks Pemain Top Sepak Bola

0
9

Beritaplatmerah.com-Kediri  Sempat merahasiakan identitas tersangka pelecehan seksual belasan anak di bawah umur, polisi akhirnya membuka jati diri pria itu. Tersangka, yang selama ini disamarkan dengan nama Koko, adalah Sony Sandra, pengusaha besar di Kediri. Perusahaannya menjadi rekanan Pemerintah Kabupaten Kediri dalam pembangunan megaproyek Monumen Simpang Lima Gumul.

Kepala Kepolisian Resor Kota Kediri Ajun Komisaris Besar Bambang Widjanarko Baiin  mengatakan tersangka menjabat Direktur PT Triple S, yang dikenal sebagai rekanan tetap Pemerintah Kabupaten Kediri dalam berbagai proyek fisik. “Setelah kita tetapkan sebagai tersangka, silakan ditulis namanya. Dia adalah Sony Sandra,” kata Bambang, Senin, 13 Juli 2015.

Sebelumnya banyak pihak mendesak polisi mengusut transaksi seksual yang melibatkan anak di bawah umur itu. “Kami menemukan ada 17 anak yang menjadi korban asusila ini,” kata Zainal Arifin dari Lembaga Bantuan Hukum Universitas Islam Kadiri, 8  Juli lalu.

Dia mendampingi satu di antara para remaja putri itu, Ayu  (bukan nama sebenarnya), 16 tahun, siswi SMP, yang datang bersama orang tuanya ke Markas Polres Kota Kediri.

soni
ilustrasi

Dosen di Fakultas Hukum Universitas Islam Kadiri itu mendesak polisi segera meringkus pelaku yang mengincar anak-anak usia 15-17 tahun. Dia mengungkapkan, berdasarkan keterangan Ayu, modus transaksi lewat seorang perantara. Begitu sepakat, Ayu dibawa ke sebuah hotel, dicekoki pil, lalu disetubuhi.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat pekan lalu, Sony menunjuk tiga pengacara dari Surabaya. Mereka mengajukan penangguhan pemeriksaan Soni hingga 31 Juli 2015. Namun permintaan tersebut ditolak Bambang untuk mengantisipasi upaya melarikan diri Soni. Sebab Sony baru saja ditangkap di Bandara Juanda pada Senin siang saat hendak kabur ke luar negeri.

Sony Sandra, 62 tahun, dikenal oleh masyarakat luas di  Kediri. Sebelum berkecimpung di dunia usaha, pada masa mudanya Sony dikenal sebagai pemain sepak bola. Ia pernah memperkuat Persebaya Surabaya dan Persik Kediri, bahkan tim nasional Indonesia, pada era 1960-1970. Ia seangkatan dengan Sutjipto “Gareng” Suntoro.

Setalah gantung sepatu, Sony merintis berdirinya PT Triple S, yang kemudian menguasai hampir semua proyek fisik Pemerintah Kabupaten Kediri, termasuk Monumen Simpang Lima Gumul. Monumen yang dibangun Pemerintah Kabupaten Kediri pada 2002 ini menelan anggaran negara lebih dari 350 miliar.

Proyek tersebut dibiayai secara multiyear oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kediri, tapi hingga kini belum tuntas. Bangunan yang menduplikasi monumen Arc de Triomphe di Paris ini digadang menjadi pusat kegiatan bisnis. Namun, faktanya, tak satu pun aktivitas bisnis yang muncul di tempat itu. Area sekitar monumen itu malah menjadi ajang balap liar dan tempat bermain anak-anak.

Kepolisian Daerah Jawa Timur dan Komisi Pemberantasan Korupsi pernah mengendus adanya tindak pidana korupsi dalam proyek tersebut. Bersama tiga pejabat Pemerintah Kabupaten Kediri, Sony sempat ditetapkan sebagai tersangka sebelum akhirnya status tersebut dicabut oleh penyidik.

sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here