PENAMBAT REL BANYAK HILANG, BISA BERDAMPAK FATAL ”

0
17
IMG_0635
Penyidik PPA Polres Pemalang saat ditemui Platmerah

Beritaplatmerah.com-Pemalang – Seratus lebih Pandrol (besi berbentuk huruf “G”, yang berfungsi sebagai pengaman, penambat, dan penjepit( Rel Kereta Api dengan bantalan) di jalur rel KA ganda di kilo meter 108+9/0, kilo meter 109+2/3 dan kilo meter 109+1/3 Semarang – Cirebon yang berlokasi di sekitar Desa Pesucen sampai Desa Sirangkang – Petarukan diketahui hilang dan tidak ada di tempatnya.

Peristiwa hilangnya penambat tersebut diketahui oleh petugas kontrol Rel KA saat menjalankan tugas rutinya, diwilayah itu selama tiga hari berturut – turut yaitu hari Minggu, Senin dan Selasa (8,9,10/11), selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke pimpinan dan langsung dilakukan penggantian, karena dapat berdampak fatal yaitu dapat membahayakan bagi keselamatan perjalanan kereta api.

Disamping melapor kepada pimpinan, peristiwa tersebut juga dilaporkan ke Polsek Petarukan Polres Pemalang, selanjutnya PT KAI dan Polsek Petarukan sepakat bersama – sama melakukan pengintaian dan penyelidikan di sekitar lokasi kejadian.

Kegiatan tersebut membuahkan hasil positif yaitu pada hari Rabu (11/11) jam 16.30 Wib karyawan PT KAI dari tempat pengintaianya mencurigai anak remaja yang sedang bermain di lintasan rel KA, Kemudian karyawan PT KAI tersebut langsung menghubungi personel Reskrim Polsek Petarukan yang berada di seberang rel. Dilihatnya remaja tersebut sedang memukul – mukul penambat / penjepit Rel sambil memegang sebuah Pendrol, selanjutnya tanpa adanya perlawanan remaja tersebut berikut barang bukti segera diamankan ke Polsek Petarukan.

Dari hasil interogasi, remaja  bernama RH (15 th), klas IX salah satu SLTP Muhamadiyah swasta di Petarukan, alamat Desa Pesucen Rt 01 Rw 05 – Petarukan, dan  mengakui terus terang telah beberapa kali mengambil Pendrol Rel KA ganda sepanjang rel KA sekitar Desa Pesucen sampai Desa Sirangkang.

SiPelaku juga mengakui perbuatan tersebut dilakukan bersama teman – temanya, antara lain : AY  (14 th), pelajar salah satu SLTP di Petarukan, alamat Desa Pesucen Rt 05 Rw 05 – Petarukan, BFS (14 th), pelajar salah satu MTS di Petarukan, alamat Desa Pesucen – Petarukan, LP (14 th), pelajar salah satu MTS di Petarukan, alamat Desa Pesucen Rt 05 Rw 05 – Petarukan dan NJ (14 th) pelajar salah satu SLTP Muhamadiyah di Petarukan, alamat Desa Pesucen Rt 02 Rw 05 – Petarukan.

Dengan pertimbangan bahwa kelima pelaku kategori anak – anak, maka proses penyidikanya di limpahkan ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Pemalang. Saat dilakukan pemeriksaan oleh Unit PPA, ke lima pelaku secara bersama – sama telah mengambil Pandrol sebagai penambat / penjepit Rel KA dengan bantalan rel, termasuk pada tanggal 8,9,10 November 2015 dan perbuatan tersebut dilakukanya waktu sore hari jelang Sholat Maghrib, serta pernah menjual 36 buah Pendrol ke tukang rongsok keliling senilai Rp 72.000,- (tujuh uluh dua ribu rupiah). Adapun uangnya telah habis dipakai untuk beli bensin motor dan beli jajan, sedangkan hasil pengambilan pada tanggal 8,9 dan 10 November 2015 sebanyak 93 (sembilan puluh tiga buah) masih disimpan di salah satu rumah pelaku dan langsung disita oleh penyidik PPA Polres Pemalang.

Para pelaku memeberikan keterangan cara melepas Pendrol penambat rel KA dengan,”cara digerakan ke atas berlawanan arah jarum jam, lalu memukulya dengan batu terus menerus, dan setelah lepas dimasukan kedalam karung plastik (red Jawa. Waring),” jelasnya.

Kapolres Pemalang AKBP KINGKIN WINISUDA, S.H., S.I.K. menegaskan,” proses penyidikan terhadap para pelaku pencurian Pendrol dilaksanakan oleh Unit PPA, mengingat  masih anak – anak dan penyidikanyapun harus dalam perlakuan khusus dan dengan pertimbangan diatas, para pelaku tidak di lakukan Penahanan, namun tetap di jerat dengan sangkaan melanggar Pasal : 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara,” kata Kapolres.

Kapolres juga menghimbau kepada semua pihak untuk ikut berpartisipasi mengamankan jalur Rel Kereta Api, dengan cara tidak merusak, tidak mengambil fasilitas yang ada dan tidak mengganggu keselamatan perjalanan kereta api, karena Kereta Api merupakan sarana transfortasi publik yang diperuntukan bagi seluruh warga negara. Mengambil dan atau merusak fasilitas jalur jalan KA berarti mengancam keamanan dan keselamatan penumpang maupun warga masyarakat sekitar lintasan KA. Laporkan kepada Kepolisian terdekat bila mengetahui ada orang yang berusaha merusak dan mengambil / mencuri fasilitas PT KAI.
Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada warga masyarakat yang sudah berpartisipasi menjaga dan turut mengamankanya.

Terkait dengan peristiwa tersebut, Penyidik PPA Sat Reskrim Polres Pemalang mengupayakan permohonan penetapan Diversi kepada Ketua Pengadilan Negeri Pemalang, agar penyelesaian perkara dapat dilakukan oleh Bapas, Orang tua para pelaku dan pihak Korban (PT.KAI).( Joko Longkeyang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here