PEMKAB SAROLANGUN MEMBIARKAN ORANG MENGUASAI ASET SECARA ILLEGAL “ADA APA ?,,

0
13
PICT0327
Bangunan lubis pada lokasi Pembangunan Pasar Singkut


 

BERITAPLATMERAH.COM.Sarolangun-Jambi.Pembangun pasar Singkut yang menelan biaya keseluruhan mencapai tiga puluh milyar lebih,dari bangunan yang telah dibangun diatas tanah seluas satu hektar terlihat cukup besar yang erdiri dari dua lantai dan tertata dengan rapi dan indan serta  bisa menampung ratusan pedagang.


Bangunan ini menurut informasi yang diterima,selesai pada tahun ini,kendatipun asumsi masyarakat bisa selesai tahun ini,terlihat pada saat Platmerah melakukan cek andricek ke-lokasi bangunan (25/2) dari lokasi yang luasnya satu hektar masih tersisa yang belum dibangun seluas tiga puluh kali lima puluh meter.


Menuruut Supardi Saleh mantan ketua pasar Singkut, bangunan diatas tanah seluas tiga puluh kali lima puluh meter,pihak kontraktor terindikasi tidak mau membangun sebelum pihak Pemakab menyelesaikan masalah tanah yang dikuasai Lubis yang sebelumnya  telah membangun pondasi untuk toko atau kios pedagang diatas tanah aset tersebut.

 

Sambung Supardi, “sepengetahuan saya Lubis tidak memilki tanah di lokasi itu,itu tanah atau lokasi merupakan aset Daerah dan pihak Pemkab tidak ada mengeluarkan surat pelepasan aset kepada siapapun.


Lanjut Supardi,”ini menjadi pertanyaan besar, mengapa Pemkab sarolangun ini tidak berani mengambil sikap tegas terhadap bangunan yang dibangun Lubis itu,kalu ini dibiarkan akan terjadi pengurangan volume fisik dari bangunan secara keseluruhannya atau RAB dan gambar yang telah dikelurkan dan ini akan muncul pertanyaan publik” mengapa tidak dibangun secara keseluruhan diatas tanah seluas satu hektar itu,”Jelasnya.

 
Kata Supard,”Menurut saya, kalau ini dibiarkan Pemkab Sarolangun telah melakukan pembiaran terhadap orang untuk menguasai aset Daerah secara illegal,dan boleh saya anggap pembangunan pasar tersebut belum sukses secara keselurhannya.”Pungkasnya
(Rifaiduri)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here