Pelaku Pembunuh Istri Dan Selingkuhannya Di Mojokerto Teracam Hukuman Mati

0
18

BERITAPLATMERAH, MOJOKERTO– Pelaku pembacokan dan pembunuhan istri dan selingkuhan, Saiman (55) mengaku membacok istrinya, Komariah (44) dan selingkuhan, Ahmad Wiyono (50) karena sakit hati. Warga Desa Meteng, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura inipun mengaku tak menyesal menghabisi keduanya.

“Saya memang berniat mendatangi dia (Komariah, red) karena merasa sakit hati. Saya tidak pernah menceraikan dia tapi waktu saya pulang, katanya sudah dinikahkan. Surat nikah saya sama dia masih di KUA Puri tapi dia beli surat sendiri (surat cerai, red),” ungkap pelaku, Selasa (22/8).

Pelaku mengaku tidak menyesal membunuh istri dan selingkuhan tersebut. Karena korban warga Dusun Tambaksuruh, Desa Tambakagung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokero tersebut masih istri sahnya namun sudah berselingkuh dengan pria lain.

“Saya tidak menyesal karena dia sudah kurang ajar, dia masih istri saya. Sebelum hari raya, dia ke Surabaya minta uang tapi saya bilang mau pulang ke Madura. Saya bilang suruh ke sini lagi tidak kesini lagi, saya ke Surabaya tapi tidak ketemu. Kata adik mertua saya, dia sudah menikah,” katanya.

Saiman mengaku jika Komariah merupakan istri kedua dan belum diceraikan sehingga status keduanya masih suami-istri. Namun korban justru menikah dengan pria lain, korban Ahmad Wiyono (50) warga Desa Modopuro, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

“Saya tidak kenal pria itu, dia kenal sejak bulan puasa kemarin. Saya dongkol, sakit hati makanya saya kesini mau menghabisi, Clurit itu sudah saya siapkan dari rumah, saya beli dari teman saya tahun 1971 lalu. Saya bawa dari Surabaya,” ujarnya.

Dengan menggunakan angkutan umum, pelaku membawa sebilah celurit yang diselipkan di pinggang kiri menuju rumah korban. Pelaku sampai di rumah korban dan langsung mendobrak pintu rumah korban serta melakukan pembacokan dan pembunuhan terhadap kedua korban.

Kepada penyidik, pelaku mengaku langsung melarikan diri dengan naik ojek ke arah Terminal Mojokerto usai membacok dan membunuh kedua korban. Barang bukti berupa sebilah celurit dan jaket parasit yang digunakan dibuang ke sungai dan lari ke Sampang, Madura dengan menggunakan angkutan Umum.

Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata mengatakan, pelaku dijerat pasal berlapis.

“Yakni Pasal 340 KUHP Subs Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 44 ayat (3) UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Kekerasaan Dalam Rumah Tangga,” ungkapnya.

Pelaku diancam hukuman mati atau minimal hukuman penjara seumur hidup. Pihaknya masih melakukan penyelidikan dan mendalami kasus pembacokan dan pembunuhan dua warga Kabupaten Mojokerto tersebut.(tin/tyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here