Pasien Kanker Butuh Dukungan

0
29

Jakarta, Kanker kerap kali membuat pasiennya depresi dan putus asa. Selain merasakan sakit, mereka juga harus menjalani pengobatan yang berlangsung lama. Belum lagi efek samping pengobatan yang dijalani, misalnya saja bikin mual dan rambut rontok.

Karena itu dr Maria Witcaksono MPALLC dari RS Dharmais mengingatkan pentingnya dukungan bagi pasien kanker. Salah satu bentuk dukungannya adalah dengan memberikan terapi paliatif.

“Kita akan mencari tahu apa yang membuat pasien menderita. Kalau nyerinya yang membuat pasien menderita yah kita kasih obat atau kalau dia ketakutan kita cari cara untuk menguranginya,” kata dr Maria dalam seminar yang digelar Indonesia Cancer Care Community (ICCC), di Museum Nasional, Jakarta, Minggu (15/2/2016).

Pasien kanker, sambung dr Maria, sering juga mengalami kesulitan komunikasi dengan keluarga ataupun dokter. Ini harus dipahami oleh keluarga dan kerabat. dr Maria juga menyarankan pasien kanker aktif bergerak dan jangan mudah menyerah pada kondisinya.

dr Maria sendiri kerap menangani pasien kanker yang stadiumnya sudah lanjut. Kepada mereka, apalagi yang harapan sembuh sudah sangat kecil, dia akan menyemangati agar mereka ‘berteman’ dengan penyakitnya, ikhlas, dan siap dengan semua yang mungkin terjadi.

Berteman’ dengan penyakit maksudnya adalah tidak membenci kondisinya, tidak menyalahkan diri sendiri maupun orang lain. Dengan ‘berteman’ dengan penyakit, seseorang menjadi lebih ikhlas dan tenang. Keikhlasan itu bisa mengurangi tingkat stres pada pasien.

dr Maria juga mengingatkan masyarakat agar berlaku ‘Cerdik’ yakni Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan rokok, Rajin beraktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup dan Kelola stres untuk membantu menjaga kesehatan.

Terkait kanker, World Health Organization (WHO) mencatat saat ini di dunia terdapat lebih dari 14,4 juta orang yang menderita kanker. Sekitar 53 persen wanita, 47 persen pria dan 250 ribu adalah anak-anak. Sementara berdasarkan Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI selama tahun 2010-2013, kanker payudara, serviks, dan paru menjadi tiga penyakit terbanyak di Jakarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here