IMG-20171026-WA0011

PANITIA PILKADES KETAPANG DIDUGA BERMASALAH

BERITAPLATMERAH,KETAPANG-Lembaga Swadaya Masyarakat Aspirasi Rakyat Arus Bawah (LSM ASPIRABA), menduga,Panitia PilKades Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat, bermasalah.

Menurut Abdul Karim seharusnya semua hasil ujian Tes Akedemik di umumkan secara terbuka, tidak hanya di umumkan nama bakal calon kepala desa yang lolos saja, tanpa mencantumkan nilai ujian tes mereka.

Panitia Pilkades tidak mengunakan nilai ujian secara terbuka, tidak mengembalikan lembaran ujian kepada peserta tes Akedemik.

Abdul Karim juga menduga tidak menutup kemungkinan kunci jawaban ujian tes Akedemik telah bocor kepada sebagian peserta ujian tes.Hal ini diungkap Abdul Karim saat di temui wartawan PM Senin (2 3/10)
Dia menduga panitia Pilkades bermasalah, karena tidak transparan dalam pelaksanaan ujian Akedemik dimana seharusnya ujian tes Akedemik di umumkan secara terbuka kepada semua peserta ujian tes Akedemik, namun kenyataanya hanya di umumkan nama yang lolos saja, tanpa mencantumkan nilai ujian, seharusnya semua hasil ujian Tes di umumkan secara terbuka.”ujarnya
Dilain pihak Drs. H.Mad Noor Hamid selaku kepala Dinas PMD dirinya sudah menegaskan kepada Panitia pelaksana Pilkades agar transparan dalam bekerja. Hal ini disampaikan pada saat sosialisasi panitia Pilkades dan peserta calon Pilkades yang mengikuti ujian tes Akedemik,
” saya sudah tegas kan kepada panitia agar transparan dan terbuka dalam ujian tes kali ini”. Saya pun baru tau panitia Pilkades tidak menjalankan apa yang saya sudah perintahkan”.katanya.

Mendengar aduan dari LSM ASPIRABA tersebut Drs. H. Mad Noor Hamid langsung mengumpulkan semua panitia pelaksana Pilkades menanyakan kenapa tidak melaksanakan perintahnya transparansi dalam pelaksanaan ujian Akedemik Pilkades, namun panitia tidak berkomentar ketika ditanya. Senin (23/10).

Ketua LSM ASPIRABA Abdul Karim menegaskan kepada Budi Mateus selaku ketua DPRD Ketapang agar secara serius menindak lanjuti pernyataannya di salah satu media terkait pelaksanaan tes ulang calek kades, karena diduga panitia melakukan kecurangan. (Agustinus S.I.P)