Oknum Polisi Yang Tusuk Anggota TNI Sudah Ditahan

0
6

Mabes Polri bergerak cepat menindak oknum polisi yang diduga terlibat dalam penusukan dua anggota Kodam Jaya di arena permainan biliar Al Diablo, Jalan Raya Bogor KM 30, Depok, Jawa Barat.

Polri menyampaikan rasa duka cita dan penyeselan mendalam atas perilaku oknum anggotanya yang menyebabkan seorang anggota TNI berpulang dan satu orang lainnya harus menjalani perawatan.

Padahal saat ini ribuan TNI-Polri sedang bahu-membahu memberi pelayanan kepada masyarakat dalam operasi Ketupat.

“Ini memprihatinkan kami di saat seluruh Bhayangkara Polri dan prajurit TNI tersebar pada jalur-jalur mudik dan pengamanan pemukiman masyarakat, justru ada oknum kami yg melakukan tindakan yang mencoreng soliditas TNI-Polri,” kata Karo Penmas Polri Brigjen M Iqbal melalui keterangan, Minggu (10/6).

Polri memastikan tindakan itu adalah tindakan individu dan memastikan pelakunya akan di proses hukum dengan tegas di pengadilan umum. Saat ini Polda Metro Jaya telah menetapkan tiga tersangka atas kasus ini.

“Pasal yang dipersangkakan adalah 170 juncto 351 ayat 3 KUHP. Saat ini tersangka sudah ditahan,” lanjutnya.

Salah satu cara untuk menunjukan penyesalan itu, Polri juga ikut memberi penghormatan pada mendiang. Kapolres Bantaeng AKBP Adip Rojikan ikut mengangkat jenazah mendiang saat hendak dikebumikan.

Serda Darma Aji, Korban Tewas Penusukan

Sosok Serda Darma Aji di mata keluarga dan kerabatnya selama ini dikenal sebagai orang yang humoris dan penyayang.

Serda Darma Aji adalah anggota anggota Yonif Mekanik 203/AK Kodam Jaya diduga dipukuli dan ditusuk oknum brimob bersama rekannya, Serda Nikolas Kegomoi.

Kejadian itu terjadi di tempat Billiard Al Diablo di Jalan Raya Bogor KM 30 atau di samping PT Meiwa, Cimanggis, Kota Depok, Kamis (7/6/2018) sekira pukul 04.00.

Akibat kejadian tersebut, Serda Darma Aji meninggal dunia saat dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat (8/6/218) siang sekitar pukul 13.15.

Sementara seorang lainnya yakni Serda Nikolas Kegomoi, anggota Yonkav 7/Sersus Kodam Jaya masih dirawat intensif di RSPAD Gatot Subroto.

Karo Penmas Mabes Polri Brigjen M Iqbal mengatakan, ada delapan oknum brimob yang diamankan pihak kepolisian atas dugaan penganiayaan tersebut.

Kasus ini juga telah menyebar di media sosial, berikut motif pelaku melakukan hal tersebut kepada korban.

Berdasarkan keterangan dari berbagai sumber, perkelahian antara keduanya berlangsung karena pelaku tersinggung ajakan untuk minum miras ditolak oleh korban. Sehingga terjadilah adu mulut dan pengeroyokan hingga penusukan tersebut.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here