Oknum Kepala Sekolah SMA di Bandung Cabuli Siswinya di Ruang Kerjanya

0
37
                                     Kasatreskrim Polres Bandung AKP Firman Taufik

BANDUNG – Seorang siswi berinisial WA (17) yang sudah sudah duduk di kelas tiga SMA menjadi korban pencabulan Kepala Sekolahnya AL (41) yang sekaligus Ketua Yayasan Pondok Pesantren yang ada di Kabupaten Bandung.

Modus yang dilakukan oleh tersangka dalam melancarkan aksinya dengan menyuruh korban WA membersihkan kantornya yang berada di lantai dua berdekatan dengan asrama putri.

Menurut keterangan sumber, saat WA mulai membersihkan ruangannya lantas pelaku datang dan meraba bagian sensitif WA hingga membuka bajunya.

Berdasarkan hasil visum dari Kepolisian, bahwa benar WA telah mengalami pelecehan seksual dari AL.

Pengakuan tersangka, dia sudah melakukan aksi tersebut sejak bulan Mei hingga November 2017.

“Pelaku mengaku lima kali mencabuli WA, namun WA mengaku sudah 10 kali dilecehkan AL,” kata Kasatreskrim Polres Bandung, AKP Firman Taufik, Rabu (10/1/2018).

Akibat perbuatan pencabulan yang dialaminya, WA melaporkan AL ke Polisi pada Rabu (3/1/2018).

WA tetap melaporkan AL walaupun ia mengaku diancam AL jika membocorkan kejadian yang menimpanya ke orang lain.

“WA kan sudah kelas tiga SMA, beberapa bulan lagi akan ujian akhir (UNBK), kalau WA bercerita ke orang lain, maka ujiannya akan dihalangi dan ditunda,” kata AKP Firman Taufik, Rabu (10/1/2018).

Terdapat 300 orang santri yang ada di asrama pondok pesantren tersebut.

Dari hasil pengembangan kasus, ada sekira lima orang korban sudah melaporkan kejadian yang sama kepada pihak Kepolisian.

Korbannya ada yang telah lulus dari sekolah tersebut, dan ada yang satu angkatan dengan WA di sekolah.

Seorang korban yang sudah lulus berinisial M, mengaku tahun 2015 pernah dicabuli AL.

AKP Firman Taufik mengatakan bahwa pelaku AL masih berstatus bujangan dan menjabat sebagai kepala sekolah di pesantren tersebut.

Akibat perbuatannya, tersangka AL akan dijerat pasal 81 dan atau 82 Perppu UU RI No 1 tahun 2016 tentang perlindungan anak, dengan hukuman pidana minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun.

Kapolda Jabar mengimbau agar pihak media tidak mendatangi korban pencabulan tersebut karena saat ini korban telah dilindungi.

Para korban pencabulan tersebut saat ini telah ditangani oleh pihak P2TP2A.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here