Ojek Online dan Ojek Pengkolan di Bogor Kembali `Perang`

0
7

Bogor – Bentrok antara pengemudi ojek online dengan konvesional kembali pecah di Bogor, Jawa Barat. Puluhan pengemudi ojek online memadati Jalan Cimanggu Wates, Tanah Sareal, Bogor.

Perselisihan bermula ketika seorang pengemudi ojek online dihadang tukang ojek pengkolan. Pengemudi ojek online tersebut hendak mengantar pesanan konsumen ke Jalan CImanggu Wates.

Adu mulut pun tak terhindarkan. Kejadian itu kemudian disebarkan ke grup Whatsapp ojek online di Bogor. Tidak lama, massa mulai berdatangan untuk membantu rekannya.

“Masalah ojek online dengan ojek pengkolan Cimanggu Wates sudah terjadi sejak lama. Tapi, kami membawa paket bukan bawa penumpang,” kata Mohchamad Bayu Syarianto, seorang pengemudi ojek online, di lokasi, Senin, 29 Januari 2018.

Bayu menuturkan, telah ada kesepakatan antara pengemudi ojek online dan konvensional. Pengemudi ojek online tidak boleh membawa penumpang ke wilayah Cimanggu Wates.

Tapi, untuk mengantar paket pesanan belum ada kesepakatan. “Satgas ojek online Kota Bogor sudah beberapa kali berunding. Sampai kejadian hari ini, teman kami tidak boleh bawa paket. Kalau paket tidak diantarkan, konsumen nanti komplain dan kami kena suspen, terus dipecat. Sama saja matiin rezeki orang,” beber dia.

Setelah berunding, lanjut Bayu, disepakati ojek online boleh mengantar pesanan ke wilayah Cimanggu Wates. Kesepakatan tersebut mengakhiri bentrokan dan para pengemudi ojek online mulai membubarkan diri.

Kapolsek Tanah Sareal Kompol Muis Effendi megatakan bentrokan yang terjadi akibat kesalahpahaman antara pengemudi ojek online dan pengkolan. “Namun, sekarang sudah kondusif setelah ada kesepakatan dari dua belah pihak,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here