MOMENTUM EVALUSI PROYEK PLN 35.000MW SETELAH PEMBANGKIT LISTRIK INDRAMAYU MELEDAK

0
8

Beritaplatmerah.com-Jakarta -Rahman Sabon Nama pengamat politik dan ekonomi  meminta kepada pemerintah agar serius mengusut terbakarnya PLTU Indramayu,sebagai momentun terkait polemik proyek PLN 35.000 MW antara Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan Menko Kemaritiman dan Sumberdaya Rizal Ramli ,
Musibah terbakarnya PLTU Indramayu ini  kesempatan baik buat wakil rakyat DPR RI untuk melakukan audit investigasi terkait seluk-beluk PLTU Sumur Adem yang  berkapasitas-3×330- MW,yang terletak di Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu,terbakar dinihari kemarin (5/10-2015) dengan korban  luka bakar sejumlah pegawai.”tuturnya kepada platmerah 07/09/2015

Pembangkit listrik ini mulai dibangun sejak 2007 dan dioperasikan November 2011 silam. Pada 4 Desember 2014 yang lalu Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Rachmat Gobel ketika menjabat  Menteri Perdagangan keduanya  didampingi Dirut PLN  Nur Pamudji pernah mengunjungi PLTU ,yang  dibangun diatas lahan seluas  83 HA merupakan  Fast Track Program 10.000 MW project  tahap satu (FTP-1) dan beroperasi secara penuh sejak 10 Nopember 2011 hingga  2014, pembangkit  ini menghasilkan listrik  15.239.471.608 kWh.

Menurut Sabon Nama dari info yang diperolehnya bahwa Nilai kontrak project PLTU  yang dibangun tahun 2007 oleh konsorsium kontraktor dari  China National Mechyneri Industry Corp (CINOMACH) ,China Nstional Electric Equipment Corp (SNEEC) dan PT.Penta Ady Samudra itu menggunakan bahan bakar  Batubara  Low Rank Coal ini ,dengan nilai sebesar USD 696.734.419 dan Rp 1.497.545.476.343 dengan sumber pembiayan  dari Consortium of China Construction Bank,dengan Konsorsium Bank lokal Indonesia dan APLN.
Listrik yang dihasilkan dari  PLTU yang terbakar ini disalurkan ke Gardu Induk Sukamandi dan Kosambi lewat jaringan 150 kilo volt (KV) dan didistribusi kan melalui jaringan interkoneksi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV.

Proyek FTP Tahap satu merupakan proyek kelistrikan yang diatur dalam Peraturan Presiden No. 71 tahun 2006 tanggal 6 Juli Jo Peraturan Pemerintah No. 59 tahun 2009. Proyek kelistrikan Pemerintah-PLN ini tersebar di 37 lokasi di seluruh Indonesia, yakni 10 lokasi di Jawa-Bali dengan total kapasitas 7.490 MW, 12 lokasi di Indonesia Barat dengan total kapasitas 1.580 MW dan 15 lokasi di Indonesia Timur dengan total kapasitas 865 MW. Akibat kejadian ini 10 orang terbakar.

Terkait dengan ini Rahman Sabon Nama kepada Plat Merah mengharapkan agar kejadian sebagai langkah awal DPR RI  untuk melakukan  investigasi dan agar pemerintah dapat ngevaluasi proyek PLN 35.000 MW ,dengan membentuk tiem untuk melakukan Audit dan  investigasi untuk membongkar dugaan penyimpangan dalam project  listrik 10.000 MW dari 35.000 MW yang jadi perdebatan antara Wakil Presiden JK/Ketua Tim Ahli Wapres Sofyan Wanandi dengan Menko Rizal Ramli  yang banyak menuai kecurigaan publik .

Kesempatan ini sebagai dasar untuk menentukan project listrik  35.000 MW yang merupakan inisiasi oleh  WAPRES Jusuf Kalla ,masih layakkah untuk dilaksanakan atau dilakukan evaluasi pembatalan atas proyek PLN 35.000 MW ini  .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here