MODAL SUKU BATAK TOBA MERAIH KEBERHASILAN

0
9

BERITAPLATMERAH.COM-Orang batak adalah suku kata yang memiliki makna dan arti tersendiri di kalangan orang luar. Orang Batak dipahami sebagai gambaran orang yang tidak mau kalah, orang yang terus berbicara dan bersuara keras, spontan , pemberani, reman uka minum tuak, suka main catur, suka main kartu, duduk-duduk di kedai kopi/warung, pandai main gitardan yang palin terkenal memiliki jiwa perantau.

Tetapi mereka dapat di pandang tersendiri sebagai orang-orang yang bisa berapresiasi, mulai dari seorang seniman, penyanyi yang memilik suara yang khas dan merdu, pengacara yang sukses dan terkenal, seorang guru yang handal di bidangnya, politikus memiliki posisi didaerah cabinet pemerintahan berada dalam deretan kepolisian dan jenderal berbintang.

Mungkin sebagian orang yang berada di luar komunitas batak banyak tidak menegetahui bahwa suku batak itu bukan hanya satu tapi terdiri dari beberapa sub suku lagi Diantaranya batak toba, batak karo, batak simalungun, batak pakpak, batak angkola, batak mandailing.

Memiliki kemampuan tersendiri dank has yang mengantarkan orang batak toba bisa duduk pada deretan teratas di tiap bidangnya. Bila dilihat kombinasi kedudukan orang batak toba tidak kalah dengan yang lainnya di berbagai bidang kehidupan. Mereka bisa duduk berbarengan denagan setiap orang yang memiliki keunggulan yang sama dan latar belakang yang berbeda-beda.

Didalam bidang pendidikan juga, banyak pelajar ataupun mahasiswa pada umumnya menunjukan tingkat keberhasilan belajar yang lebih tinggi daripada mahasiswa suku lain. Hal ini terbukti dari keberhasilan mereka menyelesaikan studi di tingkat pendidikan yang terendah hinga tertinggi. Mereka tidak hanya berusaha lulus, tetapi lulus dengan nilai terbaik.

UKURAN KEBERHASILAN

Bagi suku batak toba, jalan menuju tercapainya kekayaan dan kehormatan adalah melalui pendidikan anak. Suku batak toba meletakan pendidikan sebagai hal yang utama dalam kehidupan mereka yang dilandasi oleh nilai-nilai filsafat hidup orang batak toba, hagabeon :keturunan dalam jumlah dan kualitas nya terutama bagi anak-anak laki-laki, Hamoraon : kekayaan merupakan keberhasilan yang diukur dari aspek materi dan pengetahuan dan hasangapon : Kehormatan atau kedudukan sosial jabatan .

Ukuran kekayaan sangat sulit kita defenisikan. Begitu relatif, tergantung bagaimana kita memandingkannya dan memaknainya. Tidak mungkin ada ukuran absolute untuk menentukan sebuah keluarga atau orang apa kaya atau miskin. Dengan kerendahan hati(haserepon), maka kita dapat mendefenisikan secara absolute, apakah seseorang itu kaya atau miskin. Hal itu terbukti apabila kita dapat saling memberi dan membantu.

Ukuran kehormatan juga tidak selalu sejalan dengan posisi/jabatan seseorang didalam masyarakat atau lingkungannya. Kehormatan seseorang adalah hasil sebuah perjalanan yang panjang yang dibangun dan dibentuk sendiri oleh pengalaman berintreaksi dengan lingkungannya. Kehormatan seseorang adalah hasil dari sebuah perjalan panjang yang dibangun dan dibentuk sendiri oleh pengalaman berinteraksi daengan lingkungannya sebagai manifestasi dari system nilai yang di tunjukan oleh yang bersangkutan, seperti integritas kejujuran, positif thinking dan walk the talk.

Banyak contoh yang menunjukan orang-orang yang dihormatin dalam lingkungannya walapun jabatan/posisinya tidak tinggi/rendah, sebaliknya banyak juga orang yang sudah memiliki kedudukan/posisi/jabatan yang cukup terhormat, tetapi tidak dihormati didalam ruang lingkup linkungannya sendiri.

Demikian juga ukuran hagabeon (banyaknya dan lengkapnya keturunan). Banyak keturunan dan lengkapnya keturunan adalah salah satu cara untuk mecapai dua ukuran keberhasilan diaatas yaitu hamoraon dan hasangpon. Juga dengan adanya keturunan, diharapkan nama sesorang (maraga dari ayah)akan diabadikan melalui keturunan-ketrunan tersebut.

Nilai-nilai hagabeon, hamoraon, hasangapon ini pada hakekatnya mengandung prinsip menguasai, menjadi sumber tumbuhnya power motive dan munculnya achievement motive. Karena hanya dengan menunjukan prestasi orang akan memiliki pengaruh besar.

POLA PENDIDIKAN

Sama seperti suku lainnya yang ada di Indonesia memiliki prinsip banyak anak banyak rejeki (anakhon hi do hamoron di au). Dasar inilah yang membawa orang batak toba menghantarkan keturunannya atau anak-anaknya menjadi orang-orang yang handal.

Mulai saja dengan pola pendidikan yang penting bagi anak itu sendiri. Setiap orang tua memiliki peran dalam membangun pola pewarisan atau nilai-nilai yang memiliki investasi tersendiri untuk mendidik anak. Mulai dari pemberian doa, nasehat (poda), cara pengasuhan otoriter namaun demokratis, modeling dari orang tua dalam bentuk perilaku nyata atau cerita, memberikan bantuan berupa materi maupun non materi, member dukungan. Adanya saran dan pemberian penghargaan secara terbuka di lingkungan keluarga, gereja dan kelompok masyarakat atas keberhasilan yang diperoleh oleh anaknya.

Inilah cara yang dengan sendirinya memberikan dampak positive bagi anak untuk menjunjung tingii dan mengutamakan pendidikan.

Faktor-faktor lain yang berperan dalam berhasilan suku batak toba adalah ajaran agama, kondisi lingkungan sosial, peran orang tua. Khususnya peran ibu yang bersedia berkorban demi keberhasilan anak-anaknya, serta perasaan hosom (dendam), teal (sombong), elat(dengki) dan late (iri) yang membuat orang batak toba “TIDAK MAU KALAH” Jadi jangan heran jika orang batak harus menyekolahkan anaknya sampai keperguruan tinggi.

Seperti contoh diantara sekian banayak orang batak yang tinggal di perantauan banyak yang hanya bermodal onkos, sepasang baju dan tekad. Diperantauan mereka berjuang dari yang paling pahit seperti jual rokok, pedagang kaki lima, jual Koran, pegawai biasa

Walapun demikian merekatidak merasa malu karena menurut teori tidak ada yang langsung enak kecuali jika ayahnya seorang pengusaha atau pemegang jabatan. Orang batak sangat tekun dalam bekerja. Pekerjaan apapun itu akan dilakukan yang penting jujur itu modal utama. Kebanyakan dari yang pahit tadi menghasilkan buah yang manis karena keuletan, kesabaran dan mereka tidak pernah putus asa dalam mengerjakan sesuatu. Sehingga beberapa tahun kemudian bias membeli rumah, mobil atau yang lebih dahsyat lagi mereka bias sekolah lagi sampai jenjang S1,S2,S3 sehingga rejeki semakin nomplok dan inilah bukti bawa pendidikan sanagat penting apapun situasinya ada saja jalan jika mau berusaha.

PEMBELAJARAN

Belajar dari keberhasilan suku batak toba yang bersumber dari nilai-nilai yang di anut maka dalam upaya pembangunan bangsa perlu terlebih dahulu disepakati adanya values yang berlaku dan didambakan oleh bangsa Indonesia sebagai nilai-nilai yang menjadi sumber motivasi dalam meraih keberhasilan .

Pendidikan itu sangat penting untuk setiap individu. Karena pendidikan inilah yang akan membawa mereka berada dalam posisi atau pola kehidupan yang lebih baik dalam meraih cita-citanya .

Keberhasilan suku batak toba yang secara umum tidak didukung oleh kehidupan ekonomi yang mencukupi atau terbatas, namun gigih bekerja keras dan berjuang untuk menyelesaikan pendidikannya, merubah kehidupan dan meraih kesuksesan dan keberhasilan disetiap proses kehidupan .Hal ini dapat dijadikan “spirit” sekaligus “mode” untuk meraih keberhasilan di bidang pendidikan hingga yang tertinggi bagi setiap keluaga Indonesia dan bias jadi penuntun baru untuk setiap anak-anak Indonesia bahwa semua bias dicapai asalkan memiliki kemauan dal;am doa dan ketekuknan .

sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here