Miras Palsu Sampai Sex Toys Di Musnahkan Bea Cukai Bandung

0
51

Bandung – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP A Bandung memusnahkan sejumlah barang atau produk ilegal yang menjadi milik negara. Barang sitaan hasil operasi sepanjang 2015 yang dimusnahkan itu antara lain berupa sex toys dan minuman keras (miras).

Kegiatan pemusnahan barang mayoritas impor ini berlangsung di halaman KPPCB TMP A Bandung, Jalan Rumah Sakit, Kota Bandung, Selasa (3/5/2016). Barang bukti di antaranya 1.992 botol miras palsu, 101 unit sex toys, 14 pucuk airsoft gun, 208 koli kosmetik, 94 DVD, VCD dan majalah porno, 87 koli makanan dan minuman, 20 bag garmen, 50 batang cerutu, 40 koli bahan kimia, dan dua kura-kura yang diawetkan.

“Paling menonjol ialah miras palsu atau tidak memiliki pita cukai. Nilai barangnya 500 juta rupiah dan nilai cukai yang merugikan negara mencapai 200 juta rupiah. Penyitaan dilakukan di beberapa tempat pembuatan miras ilegal di Kota Bandung,” ucap Kepala KPPBC Bandung Onny Yuar Hanantyoko.

Menurut Onny, miras palsu itu ditegah karena peredarannya melanggar ketentuan UU No.39/2007 tentang perubahan atas UU No.11/1995 tentang Cukai.

Selain itu, Bea Cukai Bandung juga berhasil menyita sex toys, barang pornografi dan produk ilegal lainnya. Produk sex toys diperoleh dari kegiatan pengawasan atas barang kiriman pos.

“Jadi barang asal Hongkong tersebut masuk melalui Kantor Pos Lalu Bea Bandung. Calon penerima atau pemesannya mungkin tidak mengetahui kalau sex toy itu dilarang berdasarkan UU Nomor 4 Tahun 2008 tentang Pornografi,” ujar Onny.

Operasi barang ilegal juga dilakukan pihak Bea Cukai Bandung di sejumlah titik antara lain di Terminal Peti Kemas Bandung dan Bandara Husein Sastranegara. “Kalau aisoft gun didapat di bandara. Rata-rata perorangan yang membawanya,” kata Onny.

Selanjutnya barang-barang tersebut dimusnahkan dengan cara dihancurkan menggunakan stoom walls, dibakar dan dipotong. Proses pemusnahan melibatkan perwakilan instansi terkait dan aparat penegak hukum dari Lanud Husein Sastranegara, Kejari Bandung dan Polrestabes Bandung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here