MERUSAK TANAH PEKARANG, KSM TIRTA AJI,” DIPOLISIKAN

0
26

BERITAPLATMERAH.COM-PEMALANG-Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM)  sudah semesti bertindak transparan dalam bermusyawarah baik ditingkat dusun maupun tingkat desa, sehingga pelaksanaan sebuah proyek benar-benar dipahami oleh warga masyarakat tentang azas manfaatnya agar tidak terjadi hal-hal dalam pelaksanan pekerjaan maupun hasil pembangunan insfratruktur dikemudian hari.

Baru-baru ini Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tirta Aji desa Kauman Kecamatan Comal Kabupaten Pemalang , dilaporkan salah satu warganya ke pihak ke Polsek Comal.
Pasalnya Pembuatan drainase yg dikerjakan oleh KSM tersebut menyerobot tanah H. Ma’ruf (55) warga Rt.03 Rw.04 dusun Prompong desa Kauman Comal. H Ma’ruf  merasa dirugikan karena tanah pekarangan miliknya digali oleh beberapa orang pekerja proyek tanpa ijin terlebih dahulu.

Berdasarkan Informasi dilapangan bahwa  di wilayah Rt.04 Rw.02 desa Kauman akan dikerjakan pembuatan saluran drainase melalui Proyek dari program Penataan Lingkungan Pemukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) tahun anggaran 2014 dengan sumber dana dari BLM APBD BANSOS sejumlah 100 juta rupiah tersebut dikerjakan diatas lahan milik warga setempat diantaranya H. Ma’ruf, Nok Aeni, Danari dan Hj.Sumarti.

Sementara itu H. Ma’ruf saat dikonfirmasi tentang adanya penggalian di tanah miliknya  (Minggu, 21/06) memberikan keterangan,” saya memang tidak merasa dihubungi atau diajak rembug oleh panitia pekerjaan mengenai penggunaan lahan tersebut untuk saluran drainase, dan rupanya bukan cuma saya tetapi tetangga yg kebetulan tanahnya dibuat galian drainase  juga tidak setuju dan langsung menimbunnya kembali,” ungkapnya. Masih kata Ma’ryf, tanah miliknya sudah digali sepanjang 20 meter dengan lebar 80 cm dan kedalaman 50 cm secara keselurahan dengan tanah tetangga yang sudah digali oleh pekerja proyek tersebut sepanjang kurang lebih 75 meter. Dikatakan juga oleh H Ma’ruf karna ini sudah merupakan pelanggaran hukum maka dirinya melaporkan ke pihak yang berwajib,“Ini sudah termasuk perbuatan pengrusakan, saya sudah melaporkannya ke pihak ke Polsek Comal beberapa waktu yang lalu,” tegas Ma’ruf.

Melaporkannya ke pihak yang berwajib menurutnya karena pihak pelaksana (KSM) bertindak seenaknya sendiri, juga tidak ada niatan untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan para pemilik lahan. Masih Kata Ma’ruf,  mereka yang dilaporkan telah melakukan pengrusakan Ke Polsek Comal pada tanggl 9 Juni 201adalah Sugeng Wijaya, Nahrawi ketua RW II, Karnawi Kadus II dan Sukardi Rt.05 Rw.02. H Ma’ruf juga menegaskan,” Kalau Polsek Comal lamban atau Kurang Aspiratif dalam menangani kasus laporannya, dirinya akan langsung membuat laporan Ke Polda Jateng dengan tembusan Polres Pemalang”, Tegas Purnawiran AD ini

Sementara itu Ketua KSM Tirta Aji, Ajib Mutawali membenarkan jika proyek yang berada di wilayah Rt.04 Rw.02 dihentikan dan dialihkan ke wilayah Rt.03 Rw.01. Pemindahan tersebut dikarenakan pembuatan saluran drainase yang dikerjakan di Rt.04 Rw.02 ditolak warga.
“Karena ditolak ya kami memindahkan pekerjaan ini ke sini mas,” ujarnya saat ditemui di lokasi proyek. Ajib juga menjelaskan lebih lanjut bahwa  pekerjaan awal sebenarnya sudah melalui musyawarah dan ada berita acaranya, bahkan sudah dibicarakan dalam musyawarah pembangunan desa (musrenbangdes).

Terkait dengan kisruhnya pembangunan drainase tersebut, Kepala desa Kauman Aziz Muslim ketika dihubungi via ponselnya menyampaikan bahwa hal tersebut sudah sesuai prosedur,“Warga sudah kita kumpulkan, pemilik tanah juga kita undang waktu itu bertempat di Mushola,” jelas Aziz.

Namun pernyataan ketua KSM maupun Kepala Desa Aziz tersebut bertolak belakang dengan apa yang disampaikan oleh ketua LPMD desa Kauman kecamatan Comal, M Jefrinudin menegaskan bahwa proyek tersebut belum dimusyawarahkan dengan warga.
“Saya yang ketua LPMD sendiri tidak pernah diajak musyawarah masalah pembangunan mas. Apalagi warga masyarakat,” ungkapnya geram.
Jefri juga menyampaikan bahwa proyek tersebut banyak terjadi kejanggalan misalnya di papan ada saluran U23 sepanjang 50 m lebih smpai sekarang blom ada. Dirinya bersama warga masyarakat akan menanyakan proyek tersebut dan juga pembangunan-pembangunan lainnya kepada pemerintah desa, agar semua masyarakat desanya mengetahui secara transparan kegiatan yang dilaksanakan di wilayahnya.(Joko longkeyang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here