Menteri PUPR Geram, Jalan Trans Papua Lambat Pengerjaannya

0
6

Merauke – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menjajal jalan Trans Papua sepanjang 428 km Merauke-Boven Digoel melalui jalur darat. Dalam perjalannya, Basuki yang beberapa kali turun dari kendaraannya mengaku geram karena melihat kondisi jalan yang dilaluinya tampak rusak dan tak sesuai kondisi yang seharusnya.

Beberapa titik yang dilalui masih berupa tanah merah, sehingga tidak bisa sembarang mobil bisa melaluinya. Rusaknya jalan tersebut lantaran kondisi tanah dan penanganan jalan aspal yang rusak lambat dikerjakan.

“58 km rusak, saya kecewa karena penangannya agak lambat,” tuturnya di Papua, Jumat (16/3/2018).

Basuki mengatakan, dengan kondisi jalan yang rusak itu menghambat waktu perjalanan antara Merauke-Boven Digoel. Menurut Basuki, seharusnya perjalanan yang ditempuh hanya 6 jam, namun karena adanya jalan yang rusak itu dia dan rombongan menempuh waktu perjalanan hingga 8 jam.

Dirinya pun meminta agar para kepala balai untuk memacu para kontraktor yang menangani proyek jalan tersebut agar bisa bekerja lebih cepat. Sebab dia melihat belum ada alat-alat berat untuk memperbaiki jalan tersebut, padahal kontrak sudah diteken.

Basuki bahkan mengancam akan menutus kontraktor yang bekerja jika pada akhir April belum ada juga alat berat yang bekerja

“Saya sampaikan ke Pak Kepala Balai. Saya mohon dengan sangat, pada akhir April nanti harus sudah full speed kalau tidak, akan saya putus. Ini kan kontraknya sudah dari 9 Februari saya lihat belum optimal alatnya masih sedikit ,” tuturnya.

Basuki menjelaskan total nilai proyek jalan Trans Papua Merauke-Boven Digoel mencapai Rp 321 miliar yang terdiri dari 5 paket. Sebanyak 2 paket sudah ditandatangani, sementara sisanya dilelang ulang karena bermasalah.

“Nanti kami akan kirim tim untuk bantu, spesial tim task force untuk Merauke ke Boven Digoel,” tegasnya.***

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here