Menguji Keberanian Ahok Tutup ‘Pasar Cinta Semalam’ Kalijod

0
14

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan akan segera melakukan pembongkaran kawasan Kalijodo. Ahok berencana akan menyulap Kalijodo menjadi ruang terbuka hijau.

Tapi tak akan mudah bagi Ahok untuk merelokasi Kalijodo dengan cepat. Ada begitu banyak kepentingan yang ada di sana.

Gubernur Jakarta tak bisa abai, bahwa ada ratusan orang yang mencari makan di Kalijodo. Hanya dengan merelokasi, tidak akan menghentikan aktivitas prostitusi, bahkan mungkin hanya akan berpindah tempat saja.

Seperti diketahui, selama ini Kalijodo terkenal sebagai lokalisasi tempat para pekerja seks komersial menjajakkan cinta dengan harga terjangkau. Ada perputaran uang dan geliat ekonomi setiap harinya di tempat itu.

Sebagaimana terjadi di tempat prostitusi lain, Kalijodo juga dijaga ‘pasukan pengamanan’. Para ‘pasukan pengamanan’ yang juga mendapatkan uang dari geliat prostitusi inilah salah satu pihak yang akan dihadapi Ahok.

Namun, Ahok mengaku sudah mengantongi data para preman yang menjadi penjaga Kalijodo. Dia pun menyebut bahwa pihak kepolisian dan TNI sudah siap membantunya untuk meluluhlantakkan Kalijodo.

“Soal Kalijodo Pak Kapolda dan Pak Pangdam sudah siap dukung,” jelas Ahok di Istana Negara, Jakarta, Jumat (12/2/2016).

“Tinggal sosialisasi kasih SP 1,2 dan 3, bongkar,” tambah dia.

Para warga yang tinggal di Kalijodo akan direlokasi ke rusun. Setelah itu, Kalijodo akan dijadikan ruang terbuka hijau.

“Kita siapin Rusun buat yang mau tinggal, kita akan bongkar,” tegas Ahok.

Gubernur DKI itu pun mengultimatum Walikota Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Ahok mengancam akan mencopot walikota bila tak sanggup membereskan Kalijodo.

“Pokoknya saya sudah tekankan walikota kalau enggak berani harus kita ganti,” tuturnya.

Saat membahas soal penutupan lokalisasi, publik masih ingat betul kala Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menutup lokalisasi Dolly. Tak mudah bagi Risma untuk menutup lokalisasi yang sudah mahsyur seantero negeri itu.

Gelombang penolakan terus digulirkan para warga yang menggantungkan hidup dengan aktivitas prostitusi di Dolly. Kala itu, mereka dengan gigih mempertahankan sandaran hidup mereka selama ini.

Kala itu Risma tak abai dengan fakta bahwa ada ribuan orang yang menggantungkan hidup dengan aktivitas prostitusi di Dolly. Risma pun memutar otak, menutup gang Dolly bukan hanya perkara menutup lokalisasi, tapi dia juga harus bisa memastikan warga tetap bisa bertahan hidup  agar tak kembali lagi ke dunia prostitusi.

Akhirnya, Risma pun menggandeng Kemensos untuk menyelesaikan persoalan ini. Dana modal bagi para eks PSK pun dikucurkan Kemensos, menjadi sebuah angin segar bagi Risma.

Setiap eks PSK di Dolly kala itu dijanjikan akan mendapatkan uang bantuan modal sebesar Rp 5 juta. Ternyata, hal itu cukup efektif.

Gang Dolly pun akhirnya bisa ditertibkan. Aktivitas prostitusi diberantas dan warga pun kini tetap bisa hidup dengan pekerjaan lain yang tidak terkait lagi dengan prostitusi.

Kini, publik tinggal menunggu, cara apa yang akan digunakan Ahok untuk merelokasi warga di Kalijodo. Apakah Ahok hanya akan memindahkan warga Kalijodo ke rusun? Atau mungkin malah Ahok akan meniru cara Risma yang tetap menjamin keberlangsungan hidup para eks PSK agar tidak kembali lagi ke dunia prostitusi?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here