Mengatasi Krisis Ekonomi,”Tiga Hal Penting Yang Perlu dilakukan Presiden Jokowi”

0
35

BERITAPLATMERAH.COM-JAKARTA-Kegelisahan dan kekhawatiran pelaku usaha khususnya KADIN Indonesia terkait dengan semakinmerosotnya Rupiah terhadapValuta asing. Prediksi Commerce Bank Eropa kurs
Rupiah dalam dua bulan kedepan akan berkisar Rp14.500/US$.

Dari hasil kunjungan Presiden Jokowi ke Singapore (28/7-2015) menurut isu dalam rangka meminta bantuan Singapore untuk stabilisasi rupiah (28/7-2015 berkisar Rp13.300/US$,kini 6/8-2015 merosot Rp13.520/US$).Terkait dengan hal tersebut,Rahman Sabon nama salah seorang pengurus Kadin berpendapat¬† tiga hal penting perlu diperhatikan yaitu Neraca Pembayaran.Rohman menambahkan,”Masih lemahnya Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yaitu besarnya deficit transaksi berjalan (ekspor dikurangi dan imporditambah/kurangi lalulintas modal netto).Tiga komponen penting yaitu ekspor,impor &lalulintas modal berkaitan erat dengan kurs Rupiah saat ini,maka pemerintah perlu memperhatikan dahulu mengenai Kurs Rupiah yang paling tepat. Prinsipnya dua hal yang perlu dicapai yaitu:
1)Kurs Rupiah harus pada tingkat yang seimbang,atau sedikit lemah dan
2) Perlu kestabilan Rupiah pada tingkat yang ideal dicapai adalah Rp 12.500-13.000/US$.Menurut saya adalah pendapat yang salah sekali jika dikatakan mata uang yang lebih kuat dari mata uang yang lemah,kesalahan ini yang telah dibuat oleh pemerintah/Bank Indonesia selama ini hingga tahun 2014. “Tuturnya kepada platmerah.

Yang perlu dicapai oleh pemerintah saat ini adalah pertahankan kurs yang stabil pada nilai tukar yang sedikit lebih lemah daripada kurs keseimbangan,karena kurs yang stabil sangat diperlukan industri dalam negeri,terutama yang memakai bahan baku impor.

Bahkan produsen barang eksporpun memerlukan kurs yang stabil agar mendapatkan keuntungan yang wajar.Tingkat kurs yang sedikit lemah pada angka Rp13.000/US$ perlu dipertahankan untuk mendorong produksi barang ekspor, khususnya ekspor Non Migas.

Rahman Sabon Nama kepada Plat Merah menyampaikan bahwa Solusi Kebijakan yang perlu dilakukan oleh pemerintahan Presiden Jokowi adalah: 1) Perlu diaudit atas kecurigaan perhitungan besarnya subsidi energi. Subsidi BBM Rp64,7 trilyun dan Subsidi listrik Rp73,1trilyun.2) Peningkatan penerimaan pajak yang rendah dibandingkan dengan negara Asia lainnya lebih tinggi,karena Tax GDP rasio baru mencapai 12,7%.

RAHMAN
Rahman Sabon Nama Pengurus KADIN Indonesia dan DPN HKTI

Negara maju sudah mencapai lebih dari 30% dari GDP.Perketat pengawasan kebocoran penerimaan pajak dari pembayaran pajak PMA,PMDN dan perusahaan besar swasta nasional,yang dikorupsi petugas dan pengusaha wajib pajak.3) Penghematan uang negara dengan pengawasan terhadap mark-up penyusunan anggaran proyek.4) Program BPJS disarankan hanya untuk golongan tidak mampu karena jumlah klaim akan meledak apabila tidak dibatasi.5) Perencanaan hutang yang diprogramkan karena semakin menurunnya PDB,guna mengatasi melonjaknya hutang negara.Posisi hutang negara pada akhir Maret 2015 yaitu hutang Dalam Negeri Rp3,31 trilyun dan hutang Luar Negeri Rp693,17 trilyun. Total hutang negara Rp696,48 trilyun atau 15,1% dari PDB.Untuk pembayaran bunga dan cicilan hutang dalam APBNP 2015
tercatat Rp155,7 trilyun dengan kurs Rp12.500/US$.

EDITOR:AGUS NAINGGOLAN

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here