Mendag: Tengkulak Tak Bisa Dimusuhi karena Bantu Petani

0
6

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyebut mata rantai yang ada di sektor pertanian maupun perdagangan banyak dikuasai oleh tengkulak atau pengepul.

Hal itu diungkapkannya dalam acara Jakarta Food Security Summit (JFSS) 2018 yang digelar oleh Kadin Indonesia, di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (9/3/2018).

“Jadi memang dari mulai petani sampai dengan pedagang itu mata rantai panjang dan di awal sudah dikuasai oleh tengkulak,” kata pria yang akrab disapa Enggar itu.

Walau banyak dikuasai oleh tengkulak, namun Enggar mengatakan, para tengkulak tersebut tidak bisa dilawan. Sebab, kata Enggar, pada dasarnya para tengkulak tersebut hanya membantu para petani dalam memberikan modal.

“Tengkulak itu tidak bisa dimusuhi karena memang dia membantu (petani). Bagaimana cara melakukan ya pemerintah harus hadir, melalui siapa? ya perbankan. Karena akses kepada modal yang langka, sejak ditanam sudah diambil tengkulak. Begitu panen yang menentukan harga dan yang jual atas nama petani tapi bukan dia,” terang Enggar.

Enggar mengatakan untuk menggatikan peran tengkulak, perbankan harus hadir dalam memberikan subsidi baik bagi petani maupun pedagang. Menurutnya, hal itu bisa dilakukan dengan cara kemitraan.

“Makanya yang pertama kehadiran perbankan perlu dan perlu full subsidi karena cost mahal dan kedua kemitraan. Kemitraan yang diinisiasi oleh Kadin bagus dan tinggal ditindak lanjuti,” katanya.

Selain itu, Enggar pun meminta para pengusaha untuk hadir dalam membantu para petani dalam menggantikan peran tengkulak yang kerap memberikan bunga pinjaman tinggi kepada petani maupun pedagang.

“Peranan pengusaha, kita harap dia sebagai offtaker, sudah masuk mereplace tengkulak, dengan minta perbankan. Ukurannya tinggal, kalau pengusaha reputasi baik, bisa diberikan, sehingga resiko tidak dibebankan pada pengusaha, bank juga tidak beresiko,” katanya.

“Kalau ini bisa tercapai, kami terus upayakan mata rantai, misal dengan online, kami juga kerja sama dengan ritel modern untuk potong mata rantai, ditambah pengusaha dari pasar tradisional dan warung,” tutupnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here