MAYA,SUAMI BAKAR BAJU, “KATANYA HASIL LENDIR”,AKUPUN DIPUKULIN DAN DIUSIR DARI RUMAH.

0
65

” Suami tidak mrnghiraukan kasih sayang istri,,

BERITAPLATMERAH.COM.Sarolangun-Jambi.Sebut saja maya (red) 25 th  asal Bogor sekitar 11 tahun yang silam menikah dengan nama bo (red) asal Kelurahan Sungai Benteng Kecamatan Singkut Sarolangun,keduanya sama-sama medayung perahu rumah tangga ahirnya membuahkan hasil satu orang anak laki-laki sekarang berusia 8 tahun.

Menurut penuturan Maya kepada Platmerah (7/11) di rumah makan Sedarhana Sarolangun,aku setelah menikah bertempat tinggal bersama suami di Kelurahan Sungai Benteng Kecamatan Singkut Sarolangun,menurut penuturan Maya, di Sarolangun ini tidak ada sanak saudara hanya sebatang kara,sebelas tahun yang lalu  aku menikah dengan Bo yang beralamat di Kelurahan Sungai Benteng Singkut Sarolangun, dasar pernikahan kami seling mencintai pada awalnya tidak terlihat ada tanda-tanda prilaku kekerasan pada dia,setelah aku hidup serumah dengan dia rumah kami yang beralamat di Kelurahan Sungai Benteng Singkut dalam rumah tangga hari demi hari  embus anginpun berputar arah perbuatan suami aku kurasakan kasar dan sering melukai hati aku, perasaan bathin aku  hari demi hari kian tersiksa akibat prilakunya selalu kasar terhadap aku dan pengisian nafkah zahir oleh dia selalu kurang,pada saat aku hamil, suami saya sering mukulin aku terpaan pukilin suami aku,aku hanya mampu menangis dan kesakitan tapi saat itu tidak satupun orang yang aku beri tahu atas peristiwa itu.” tutur Maya.

Lanjut Maya setelah anak aku lahir dan telah masuk sekolah Dasar,aku berpikir bagaimana cara aku untuk membantu suami aku dalam pengisian nakah rumah tangga dan anak,akhirnya aku memilih menjadi penyanyi hasilnya buat anak dan rumah tangga,kenyataan pekerjaan aku ini setengah disetujui,akhirnya suami aku berkata lain dan selalu marah pada aku” katanya aku selingkuh dengan lelaki lain,, pada hal aku tidak berbuat untuk itu, akhirnya minggu terahir September ini aku diusir dari rumah dia bilang jangan kerumah ini lagi dengan kata-kata pergi dari rumah ini” aku tidakmau lagi dengan kamu yang telah menduakankan aku,,

istri
ilustrasi

Dengan berat hati aku untuk meninggalkan rumah dan anak akhirnya terpaksa aku pergi juga lalu pulang ke-tempat orang tua aku di Bogor,sebelum berangkat aku telepon orang tua angkat aku bernama Abeng di Desa Laman Sigatal dan aku ceritakan peristiwa yang aku alami dia menyarankan semoga aku bersabar,sewaktu aku sedang berada di Bogor ada telepon masuk katanya dari teman orang tua angkat saku bernama Afri joni alamat Desa Bukit Tigo Singkut,menyarankan akan membantu dalam persoalan aku dan ada rekan yang turut membantu dia bernama Rif beserta no Hp dikirim kepada aku,hatipun tersentak mau pulang ke Sarolangun dan teringat pada anak.

Pada tanggal 7 November 2015 setibanya di sarolangun aku dapat ketemu yang bernama RIf dan aku ceritakan peristiwa yang aku derita,lalu di menyarankan pulang dululah kerumah sungguhpun suami mu tidak terima lagi dan apapun resiko nanti harus duhadapi,bersama Rif aku langsung kerumah,setibanya dirumah ketemu suami aku,dihadapan Rif aku langsung diseret keluar rumah dengan kata-kata pergi dari rumah saya tidak terima kamu lagi, hati sayapun saat itu merasa teriris dan perasaan jiwa ragaku hancur berkepngan melihat anak yang sedang berada di kamar,Rif membujuk suami aku agar tetap menerima aku sebagai istri dan Rif menyarankan kepada aku agar meminta maaf sama suami,namun bagi sami aku tetap tidak mau menerima dan aku saat itu aju sempat diseret keluar rumah menyuruh aku segera pergi dari rumah pada saat itulah suami aku mengambil pakayan aku lalu dibakar sampai ludes dia  sambil ngomong  di depan Rif” untuk apa baju itu hasil lendir,,jelas Maya.(Rifaiduri).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here