Mantan Ketua KPK Sebut Jokowi Cacat Sebagai Presiden

0
2

Setahun berlalu, kasus penyiraman cairan kimia ‎terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan tak kunjung terungkap. Padahal Polda Metro Jaya telah merilis dua sketsa wajah terduga pelaku penyerangan terhadap Novel.

Mantan Ketua KPK, Busyro Muqoddas mengatakan, belum terungkapnya kasus Novel telah menunjukkan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) tidak sungguh-sungguh.

“Karena sebenarnya memalukan bangsa, memalukan negara, karena ini kasus sederhana. Jadi tidak ada kesungguhan pemerintah khususnya Polri,” ujar Busyro saat ditemui di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng Raya, Jakarta, Kamis (12/4).

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas mengatakan, belum terungkapnya kasus Novel telah menunjukan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) tidak sungguh-sungguh.

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas mengatakan, belum terungkapnya kasus Novel telah menunjukan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) tidak sungguh-sungguh.

Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum ini juga mengeluhkan sampai saat ini Presiden Jokowi belum merespons permintaan dari elemen masyarakat sipil ‎yang ingin membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) untuk mengungkap kasus Novel Baswedan.

“Sampai sekarang nggak ada respons, menunda-tunda sampai satu tahun atas realitas seperti ini,” katanya.

Akibatnya, pelaku penyerangan Novel masih bisa bebas dan tidak dijerat oleh aparat penegak hukum. Hal ini, menurut Busyro, menunjukkan Presiden Jokowi telah lepas tangan atas kasus Novel.

“Dengan ini sikap Presiden sangat lemah dan sudah lepas tanggung jawab. Dan maaf ya, ini cacat sebagai Presiden. Dia kan sebagai panglima tertinggi Polri,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, dia mendukung Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang saat ini telah membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) untuk mengungkap kasus Novel.

“Ini harus diangkat kepada publik agar penyidikan berbasis fakta yang ditemukan oleh Komnas HAM itu,” pungkasnya.

Sekadar informasi, 11 April 2017 lalu, wajah Novel Baswedan disiram dengan cairan kimia oleh dua orang tidak dikenal. Kejadian itu terjadi usai Novel menunaikan salat Subuh berjamaah di kediamannya kawasan Kelapa Gading.

Akibat serangan tersebut, Novel pun dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Kelapa Gading. Sore harinya, ia dirujuk ke RS Jakarta Eye Center.‎

Luka parah di bagian mata kirinya membuat Novel akhirnya memutuskan untuk menjalani perawatan di rumah sakit di Singapura. Sementara Polda Metro Jaya juga sudah merilis sketsa wajah dua orang yang diduga pelaku penyiraman cairan kimia terhadap Novel Baswedan.

Namun setahun berselang atas kejadian penyiraman cairan kimia itu, pelakunya ataupun orang dibelakangnya belum juga bisa diungkap oleh pihak kepolisian.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here