Lulung:Ahok Lecehkan TNI Polri Sebagai Aparatur Negara

0
93

Beritaplatmerah.com-Jakarta-Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham “Lulung” Lunggana mendesak Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama meminta maaf kepada media massa, baik cetak maupun elektronik, dalam waktu tiga hari.

Hal itu terkait pernyataannya yang mengancam DPRD Kota Bekasi, bahwa Pemprov DKI akan menggunakan TNI untuk mengawal truk sampah milik DKI ke TPST Bantargebang, Bekasi.

Lulung, yang juga ketua DPP Pemuda Panca Marga, mengatakan pernyataan Basuki melecehkan TNI sebagai aparatur negara. Karena itu, dia mendesak Basuki meminta maaf selama tiga hari berturut-turut di media massa kepada TNI.

“Apa yang dikatakan Basuki itu merupakan pelecehan dan penghinaan terhadap TNI. Dia harus meminta maaf kepada TNI selama tiga hari berturut-turut di media massa,” kata Lulung, Senin (26/10/15).

Politisi dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengimbau Basuki tidak melakukan tindakan semena-mena terhadap TNI atau Polri. Hanya karena telah memberikan dana hibah kepada dua instansi penegak hukum dan keamanan tersebut dari APBD DKI.

“Pemberian dana hibah membuat Basuki sewenang-wenang dengan TNI dan Polri. Panglima TNI harus memberikan peringatan keras terhadap Basuki,” ujarnya.

Dia pun memberikan saran kepada Basuki, supaya tidak lagi mengeluarkan pernyataan negatif yang dapat memicu konflik antar instansi.

“Jadi enggak usah sombong lah. Apalagi mengeluarkan pernyataan yang dapat memicu konflik,” tuturnya.

Ketika dikonfirmasi mengenai desakan permintaan maaf kepada Forum Komunikasi Putra Putri TNI/Polri (FKKPI), Basuki menegaskan dirinya tak pernah melecehkan TNI atau Polri. Karena selama ini pihak TNI selalu membantu Pemprov DKI, terutama dalam membersihkan Kali Ciliwung.

“TNI itu selalu turun ketika situasi darurat. Saya enggak pernah melecehkan TNI,” tegasnya.

Seperti diberitakan, DPRD Bekasi akan memanggil Basuki terkait Pemprov DKI telah melanggar melanggar batas kuota pembuangan sampah ke TPST Bantargebang, Bekasi. Mantan Bupati Belitung Timur ini tidak terima dengan tudingan DPRD Bekasi.

Kemudian dia mengeluarkan pernyataan DPRD Bekasi kalau mau sok berani, sekalian saja tutup TPST Bantargebang. Dengan begitu, akan terjadi bencana nasional karena Jakarta tertutup sampah. Lalu kirim tentara untuk mengantar sampah ke TPST Bekasi.

“Kalau mau main sok-sokan begitu anggota DPRD kamu tutup aja (Bantargebang), kamu tutup saja supaya seluruh Jakarta penuh sampah ini jadi bencana nasional, terus kirim tentara buat nganter sampah ke Bekasi,” kata Basuki

Sumber:Beritasatu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here