463002_620

Luhut:BUMN Dipimpin Bule ,Kenapa Harus Ribut?

BERITAPLATMERAH,JAKARTA-Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan merasa heran dengan pandangan negatif sebagian masyarkyat terhadap pernyataan presiden terkait pemimpin bule di BUMN.Dia mengaku mendukung pernyataan Presiden Joko Widodo yang memberikan kesempatan bagi Warga Negara Asing untuk memimpin perusahaan Badan Usaha Milik Negara. Luhut mengklaim heran, lantaran banyaknya masyarakat yang mengkritik pernyataan presiden tersebut dengan alasan nasionalisme.

Luhut membandingkan hal itu dengan fenomena di tubuh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia yang pelatihnya merupakan seorang ‘bule’. Dan selama ini tak ada masyarakat yang mengritik.

“Orang ribut, (ketika) presiden bilang dan memikirkan CEO BUMN orang bule. Pelatih PSSI juga bule kok enggak pada ribut? Jadi ini kan menchalenge (menantang), kalau memang enggak bisa orang Indonesia ya kita pake aja bule, nah begitu aja ribut, terus malah bilang enggak nasionalis,” kata Luhut di kantornya, Jakarta, Senin 9 Januari 2017.

Luhut mengatakan, masyarakat Indonesia harusnya bisa menahan emosi, dan tidak terlalu cepat marah. Ia mencontohkan, negara-negara lain seperti Dubai dan Bahrain telah melakukan langkah tersebut

“Ya mbok mikirnya jangan cepat-cepat marah. Kita kan bisa bikin itu sebagai testing, contoh Dubai Bahrain segala macam itu, mereka kan pakai bule semua itu. Lalu,pesawat terbang Emirates, CEO nya orang Inggris tuh. Berarti (disimpulkan) arab itu enggak nasionalis tuh. Ya enggak?” kata Luhut.

Luhut mengatakan, ketika Emirates dipimpin oleh CEO asing, justru maskapai tersebut bisa lebih bersaing dengan maskapai internasional lainnya seperti Singapore Airlines (SQ).

“Kenapa PSSI itu enggak ada yang ribut tuh. Ya boleh dong, carilah CEO yang terbaik, untuk nanganin apa, kalau kelihatan kita ngeluh terus. Enggak ketemu terus, makanya kita cari semua alat untuk kita bisa bikin bagus,” kata Luhut                                                                                                                    Editor:Agus Nainggolan