LPSK-RI Cairkan Dana Pengobatan Kepada Anggota YPKP ’65

0
34

Beritaplatmerah.com-Pemalang–Sebanyak 250 anggota Yayasan Penelitiankorban kekerasan dan Pembunuhan 65( YPKP) dan Perhimpunan Rakyat Indonesia (PRI),kamis 13 agustus 2015 ,mendapatkan penggantian uang perobatan dari Lembaga PerlindunganSaksi dan Korban republik Indonesia (LPSK-RI),dirumah ketua YPKP 65 Agus wijoyo,Dusun Peron kecamatan Petarukan,Kabupaten Pemalang.

Agus wijoyo ketua YPKP 65 kabupaten pemalang menuturkan,kegiatan ini sudah berlangsung lamasekitar bulan juni 2013 lalu,melaluli beberapa mekanisme yang kami lakukan.Perjalanan yang panjang akhirnya membuahkan hasil, pemerintah melalaui LPSK melakukan
penelitian,kepada para korbanpelanggaran Ham berat,untuk diperiksa secara medis dan Pisikologis,sebagaimana persyaratan untuk mendapatkan perawatan kesehatan tutur Agus wijoyo.

Ketua PRI kabupaten pemalang Tarto Budi Harso menambahkan,”kami menyambut baik kegiatan yang dilakukan LPSK,untuk memberikan perawatan secara medis,ataupun pisikologis kepada para korban Pelanggaran HAM berat ini”. Mengapa demikian,ini adalah bentuk pertanggung jawaban pemerintah karena kemiskinan dan derita,baik sakit maupun trahumatik,KOMNAS HAM 2012 lalu telah
memutuskan lewat Paripurna,bahwa kasus 65/66 adalah sebagai pelanggaran ham berat.

“Setelah 4 tahun lamanya melakukan berbagai macam penelitian dan itu berlangsung dari tahun 2008,baru bisa terputuskan oleh Komnas
Ham,kami merasa prihatin ketika mendengar cerita dan derita yang dialami para korban Ham Berat ini,Penyiksaan,pemerkosa­an perampasan, dan yang lebih tragis dibunuh,” tegas tarto.

Rahmat Wisnu Subroto sebagai penasehat YPKP65 Dan PRI kabupaten pemalang,menuturkan,Bahwa kegiatanini rutin seperti biasanya LPSK RI datang untuk,menyelesaikan.pembayaran bagi mereka (korban) yang sudah berobat, LPSK riwayatnya begini,,berdasarkan UU
no 08 tahun 2006,pp 44 2008,yang isinya akan melakukan asismen(penilaian) secara medis dan fisiko logis,kemudian masuk jenjang kedua melakukan kontrak,kemudian masuk kejenjang ketiga pengobatan Asismen yang dinilai bagamna ketika peristiwa 65 pertanyaannya bagaimana proses penangkapan,penahanan,terus penderitaan selama itu dialami,baik secara penangkapan maupun secara penahanan

Dalam asisimen akibat penangkapan dan penanahan maupun trahumatis.semacam proses perbal. Setelah asismen baru menjalankan
kontrak.untuk mendapatkan kontrak tergantung dari LPSK,ada yang di ACC satu bulan ada juga yang dua bulan, Manfaatnya,,dari segi tanggapan masyarakat perlu menurut korban,karena hidup mereka miskin tua dan sakit sakitan,walupun dari segi tujuan sebenarnya orang2 korban dalah,menuntut Rehabilitasi,kompens­asai reparasi,restitusi,dan itu juga sesuai dengan konfensi internasiaonal,sebagai
payung hukum penanganan Ham berat.

“Dan untuk LPSK belum memuaskan jika negara belum melaksanakan yang menjadi tuntutan para korban,”tutur Rahmat Wisnu subroto.(Jery)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here