LKPI:Siapa Calon PemimpinTobasa Yang Diterima Dan Dianggap Mampu Oleh Masyarakat Jelang Pilbub Tobasa 9 Desember 2015

0
39

Beritaplatmerah.com-Tobasa-Sumut-Pada Tahun  2015 atau tepatnya pada Desember mendatang  Kabupaten Tobasa . Lembaga Kajian Pemilu Indonesia ( LKPI)  menggelar survei di Kabupaten Toba Samosir untuk memotret siapa yang paling berpeluang menduduki kursi nomor satu di Kabupaten Toba Samosir
Dari hasil pra survey LKPI melalui survey metadata ,pengumpulan nama nama yang muncul di media massa dan obrolan masyarakat diseputar Toba Samosir  untuk mendapatkan informasi terhadap tokoh politik,tokah masyarakat,dan pengusaha diKabupaten Toba Samosir yang sianggap masyarakat punya potensi untuk memimpin Kabupaten Toba Samosir   didapati Sebanyak 15  tokoh di Kabupaten  Toba Samosir diuji dalam survei ‘Opinion Leader’ yang dilakukan Lembaga Kajian Pemilu Indonesia. riset Opinion Leader ini menggunakan pendekatan uji kelayakan yang didahului  dengan meta analisis pemberitaan media, hasil survei, dan dokumentasi studi yang relevan.
Ke-15 tokoh yang namanya diuji diantaranya Liberty Pasaribu SH, MSi Bupati Toba Samosir Petahana ,  Dumoli Siahaan SH, Liberty Manurung mantan Sekdakab Tobasa, Samsudin Manurung angota DPRD Tobasa dari Hanura , Asmadi Lubis yang merupakan Ketua  DPC Partai Gerindra Tobasa yang juga anggota DPRD Tobasa terpilih periode 2014-2019 Selain itu, Asmadi juga sudah pernah ikut pertarungan Pilkada Tobasa periode 2010-2015, Monang Sitorus , Sihar Sitorus , Robinson Tampubolon ,Humala Simangunsong, Darwin Siagian  PNS di daerah Papua, Sahat Panjaitan, Ketua DPRD Tobasa, Poltak Sitorus Mantan dosen Ilmu Matematika di Institut Teknologi Bandung (ITB) , Simon EP Hutahaean adalah  anak dari pengusaha asal Tobasa Harangan Hutahaean (PT Hutahaean). Drs Viktor Siahaan SH MHum,dan  Ir.Jainur Manurung,MM

Hasil survei tentang ‘Kepemimpinam dan Pembangunan Politik Lokal Kabupaten  Toba Samosir pada 3 Mei – 13 Juni 2015  dengan sampel 800 responden di 16 kecamatan yang ada di Kabupten Tobasa   ada  lima  nama menempati peringkat lima besar berdasarkan Kapabilitas,acceptabilitas,pupalaritas Dan  elektabilitas para tokoh yang berpotensi maju sebagai calon bupati Tobasa
Survei mengunakan Metodologi multistage random sampling dan  memiliki margin error sekitar 3,45 persen dengan confident interval 95 persen, Responden yang disurvei berasal dari  berbagai jenis latar belakang pendidikan , suku ,agama , profesi dan pekerjaan .  seperti keterangan yang diterima oleh redaksi dari LKPI
Dari  sisi Kapabilitas  yang artinya Kapabilitas  adalah gambaran kemampuan diri si pemimpin baik intelektual maupun moral, yang dapat dilihat dari catatan jejak (track record bersih dari korupsi ) pendidikannya maupun jejak sikap dan perilakunya selama ini dari  para tokoh Bakal  Bupati Toba Samosir  didalam temuan  survey  Poltak Sitorus (19,7 persen ), Liberty Pasaribu SH 12,5 persen , Darwin Siagian  12 ,4  persen Monang Sitorus11,7  persen , Asmadi Lubis 8,1 persen  , Sahat Panjaitan 7,4 persen , Robinson Tampubolon 4,3  persen , Liberty Manurung 3,4 persen , Simon EP Hutahaean 3,3 persen ,Sihar Sitorus 3,0 ,persen, Ir.Jainur Manurung,MM 2,6 persen , Dumoli Siahaan SH 2,8 persen , Drs Viktor Siahaan SH MHum 2,2 persen , Samsudin Manurung 1,2 persen sementara yang tidak menjawab sebesar 4,2 persen

Figur baru seperti Poltak Sitorus  yang bukan berlatar birokrat dan politisi dalam tingkat penerimaan atau akseptabilitas di masyarakat mengalahkan semua calon Bupati lainya dan berhasil  melebihi Liberty Pasaribu ,Monang Sitorus, Darwin Siagian,Asmadi Lubis ,dan Sahat Panjaitan  hal ini tercermin dari jawaban hasil survei di  Masyarakat dimana Tingkat akseptabilitas masyarakat terhadap    Poltak Sitorus  oleh masyarakat Toba Samosir  sebesar  24,6 persen sedangkan Bupati Incumbent Liberty Pasaribu 15,3 persen bisa diterima oleh masyarakat Tobasa untuk kembali memimpin  Tobasa , Sahat Panjaitan 8,2 persen, Asmadi Lubis  8,3 persen sementara Monang Sitorus yang merupakan mantan Bupati hanya diterima oleh masyarakat hanya 7,1 persen saja , Darwin Siagian hanya 7,3 persen dan tokoh lainya semua dibawah 4 % tingkat akseptabilitasnya oleh masyarakat
Dengan tingkat Akseptabilitas  yang tinggi dari Poltak Sitorus mengambarkan bahwa  tingkat penerimaan masyarakat Dumai terhadap kehadiran Poltak Sitotus untuk menjadi  pemimpin nomor satu di Tobasa .sebab calon Bupati  yang diterima dengan baik kehadirannya maka semakin kuat Dan  besar peluang yang bersangkutan menjadi pemenang dalam pilkada
Dari temuan Survei tingkat elektabilitas yang artinya tingkat Ketertarikan yang dipiilih” atau  terpilih,dan diinginkan oleh masyarakat Tobasa  punya korelasi yang kuat dengan kapabilitas dan akseptabilitas para calon dan ini tercermin dari hasil survey bahwa Poltak sitorus menjadi Tokoh yang akan paling dipilih oleh masyarakat Tobasa sebesar 29,3 persen semenntara , Bupati Incumbent Liberty Pasaribu hnay punya tingkat keterpilihan sebesar 10,9 persen , Darwin Siagian  13,3 persen , Asmadi Lubis 9,4 persen , Sahat panjaitan 7,4 persen dan Monang Sitorus 5,6 persen sedangkan calon lainya sulit mencapai keterpilihan diatas 5 persen . sedangkan yang belum memilih hanya 3,3 persen
Direktur Eksekutive  LKPI  Malvin Baringbing ,SH mengatakan jika melihat hasil survei elektabilitas ini, berdasarkan hasil survei pihaknya, figur baru seperti Poltak Sitorus akan bisa menyaingi  incumbent dan mantan incumbent serta mantan birokrat dan politisi Tobasa karena masih banyak waktu yang tersisa bagi figur baru untuk mensosialisakan diri dan programnya pada Masyarakat Tobasa  serta partai yang akan mengusungnya ,apalagi belum ada satupun  Partai Politik yang sudah dipastikan memberikan rekomendasi atau mengusung salah salah satu calon
Popularitas calon Bupati Tobasa yang tertinggi adalah Buapati Incumbent Liberty Pasaribu yaitu 97,3 persen dan diikuti oleh Poltak Sitotus dengan 92,3 persen  yang merupakan tokoh debutan baru yang punya popularitas tertinggi diatas semua tokoh yang akan mencalonkan diri atau berpotensi maju sebagai Bupati Tobasa, tingginya popularitas  tokoh walaupun bisa dijadikan  sebagai modal utama untuk bisa memenangkan pilkada tetapi jika popularitas si calon yang tinggi mengarah negative misalnya karena si tokoh banyak diberitakan diduga terlibat korupsi maka hasilnya akan negative dan itu terjadi pada Liberty Pasaribu punya populraitas tinggi tapi tingkat keterpilihanya hanya 10,3 persen oleh masyarakat jika dilakukan pilkada nanti
Dari analisa LKPI jika Poltak Sitorus berpasangan dengan Asmadi Lubis  akan sulit terkalahkan oleh pasangan manapun karena selain tingkat elektabilitas yang tinggi yang  dimiliki oleh Poltak Sitorus maka mesin partai Gerindra yang mendukung Asmadi Lubis serta Asmadi Lubis yang pernah ikut pemilihan Bupati Tobasa akan lebih mendukung
Jakarta 1 9 Juni 2015

(Lembaga Kajian Pemilu Indonesia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here