KPK Larang OC Kaligis dan Gubernur Sumut ke Luar Negeri

0
12

Beritaplatmerah.com-Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi melarang Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan pengacara Otto Cornelis Kaligis alias OC Kaligis bepergian ke luar negeri. Pengenaan status cegah itu berlaku efektif, Senin 13 Juli 2015 ini. “Ada enam orang yang dicegah, termasuk dua nama itu,” kata Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji melalui pesan pendek, Senin, 13 Juli 2015.

Selain Gatot dan OC Kaligis, satu orang lain yang dicegah, menurut Indriyanto, adalah Evy. “Ia istri Gubernur Sumatera Utara,” katanya. Indriyanto mengaku lupa identitas tiga orang lain yang dicegah. “Pokoknya ada enam, tiga saya lupa.”

Gatot dan OC Kaligis dipanggil KPK pada hari ini, Senin, 13 Juli 2015. Namun hingga pukul 12.30 WIB, keduanya tak terlihat di gedung KPK. Mereka direncanakan diperiksa dengan status sebagai saksi terkait dugaan penyuapan hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan, Sumatera Utara.

Perkara tersebut disidik KPK setelah tim KPK menangkap lima orang di Medan pada 9 Juli lalu. Kelimanya adalah M. Yagari Bhastara Guntur alias Gerry, anak buah OC Kaligis; Tripeni Irianto Putro, Ketua PTUN Medan; Syamsir Yusfan, panitera sekretaris PTUN Medan; dan dua hakim PTUN Medan bernama Amir Fauzi dan Dermawan Ginting.

Wakil Ketua KPK Zulkarnain mengatakan kasus ini bermula dari penyelidikan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara atas dugaan korupsi dana bantuan sosial Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Kejaksaan Tinggi mencium adanya penyelewengan bantuan sosial tahun anggaran 2012-2013 itu.

Kasus itu kemudian diambil alih Kejaksaan Agung pada September 2013. Kepala Biro Keuangan Sumatera Utara Ahmad Fuad Lubis sudah dimintai keterangan oleh Kejaksaan Agung. Namun Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara memanggilnya lagi untuk penyelidikan kasus yang sama. Akibatnya, Fuad menggugat surat panggilan untuk penyelidikan itu ke PTUN Medan karena merasa kasus itu sudah ditangani Kejaksaan Agung.

Dalam sidang putusan pada 7 Juli lalu, majelis hakim, yang beranggotakan Tripeni Irianto Putro, Amir, dan Dermawan Ginting, mengabulkan sebagian permohonan Fuad. Isi putusannya, hakim menyatakan jaksa menyalahgunakan wewenang dalam memanggil Fuad Lubis untuk diperiksa. Dalam kasus ini, Fuad menunjuk O.C. Kaligis, Rico Pandeirot, Yulius Irwansyah, Anis Rifai, Andika Yoedistira, dan Yagari alias Geri sebagai kuasa hukumnya.

KPK masih menelisik apakah duit suap dari Gerry itu bertujuan agar majelis hakim PTUN Medan yang dipimpin Tripeni mengabulkan permohonan Fuad.

sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here