Kota Bandung Batal Terapkan ERP di Jalan Pasteur

0
62

Bandung – DPRD Kota Bandung menolak Raperda tentang Jalan Berbayar untuk Jalan Pasteur. Penerapan electronic road pricing (ERP) dinilai belum saatnya diterapkan di Kota Bandung karena terbentur Peraturan Pemerintah No 97 Tahun 2012 tentang kriteria retribusi pengendalian lalu lintas.

Pernyataan tersebut dibacakan Ketua Pansus 10 DPRD Kota Bandung Entang Suryaman dalam Rapat Paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kota Bandung, Rabu (10/2/2016) sore.

Dalam laporannya, Entang menyebut salah satu syarat dilaksanakannya jalan berbayar salah satunya yakni tersedianya jaringan dan pelayanan angkutan umum massal dalam trayek yang harus memenuhi standar pelayanan. Landasan aturannya yakni Peraturan Pemerintah No 97 Tahun 2012 tentang kriteria retribusi pengendalian lalu lintas.

“Minimal yang telah diatur dalam Permenhub No 10 Tahun 2012 mengenai standar pelayanan minimal angkutan massal berbasis jalan,” jelas Entang.

Selain itu, lanjut Entang, dalam Raperda yang diajukan tidak tercantum ruas jalan mana saja yang akan diterapkan ERP.

“Ruas jalan berbayar harus dicantumkan dalam Perda. Pansus melihat dalam Raperda yang diajukan tidak tercantum ruas-ruas jalan mana saja yang akan menggunakan ERP,” tambahnya.

Ditemui usai Rapat Paripurna, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengungkapkan pihaknya tidakĀ  kecewa atas batalnya penerapan ERP di Jalan Pasteur.

“Karena jalan sumber masalah itu ternyata Jalan Nasional. Jadi antara niat dengan aturan belum memungkinkan. Karena kan retribusi itu nantinya ke PAD, sementara itu jalan nasional,” jelas pria yang akrab disapa Emil itu.

Menurut Emil, penerapan retribusi bukan hal yang utama. Yang terpenting bagaimana masyarakat yang datang ke Kota Bandung tidak menumpuk ke pintu Tol Pasteur.

“Tujuannya kan bukan keren-kerenan, tapi ada problem yang ingin diselesaian. Saya pelanggan Tol Moh Toha, kenapa orang-orang maunya ke Pasteur terus?” kata Emil.

Untuk itu siasat lain yang digunakan Pemkot Bandung untuk mengurai kemacetan di kawasan Pasteur yakni menghadirkan transportasi massal yang mumpuni.

“Tunggu LRT dan cable car. Tapi saya juga mau cek ke pusat solusinya seperti apa,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here