Korban Bom Nuklir 70 Menderita

0
21

BERITAPLATMERAH,COM-JEPANG-Sumiteru Taniguchi masih berusia 16 tahun ketika bom atom Nagasaki melemparkan tubuhnya dari sepeda yang tungganginya.

Peristiwa bom atom di Hiroshima dan Nagasaki adalah serangan nuklir selama Perang Dunia II ke Jepang oleh Amerika Serikat pada 6 dan 9 Agustus 1945.

Serangan Bom atom yang memberi dampak mengerikan itu bahkan tercatat satu-satunya yang pernah terjadi sepanjang sejarah perang hingga saat ini.

Dilaporkan Metro.co.uk, Taniguchi adalah satu dari sekian ribu warga sipil yang jadi korban bom nuklir Amerika di Jepang.

Ketika dia terlempar dari sepeda, daging ditubuhnya mengelupas dari punggungnya, termasuk lengan dan bahu.

Pengakuan Taniguchi, dia beruntung berhasil selamat dan masih hidup dari serangan bom nuklir itu.

Sejak saat itu, lebih kurang selama 70 tahun ia ‘membawa’ luka dipunggungnya.

Tiga tulang rusuknya bahkan setengah membusuk terkena dampak bom.


Bom Atom Nagasaki, Jepang, 1945 | PHOTO Telegraph.co.uk

Tiap harinya, istrinya masih memberikan krim untuk mengurangi iritasi dari bekas luka.

Menyakitkan, sebab dari pengakuannya, tak sehari pun dia lewatkan tanpa rasa sakit.

Padahal kala itu, dia berada di lebih kurang 1,8 kilometer (1,1 mil) dari pusat bom yang terkenal dengan sebutan ‘Fat Man’ diledakkan pada 9 Agustus 1945.

Korbannya mencapai lebih dari 70.000 orang, enam hari kemudian setelah serangan, Jepang menyerah, mengakhiri Perang Dunia II.

Sedangkan Taniguchi menghabiskan 21 bulan berbaring dengan luka-lukanya untuk disembuhkan.

Taniguchi berharap tidak ada orang lain akan harus menderita rasa sakit dari senjata nuklir.

Kini dia memimpin kelompok orang yang selamat di Nagasaki bekerja melawan proliferasi nuklir. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here