Konsultasi ke Din Syamsuddin Soal Puisi, Sukmawati Akan Minta Maaf

0
7
Sukmawati Soekarnoputri menjadi sorotan publik karena puisinya yang dinilai beberapa pihak menyinggung perasaan umat Islam. Tak sedikit yang marah terhadap Sukmawati dan meminta putri proklamator Sukarno itu minta maaf di hadapan publik.
Menyikapi hal tersebut, Sukmawati bertemu dengan ulama sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Prof. Dr. M. Din Syamsuddin di Jakarta. Sukmawati meminta nasihat kepada Din bagaimana harus menghadapi persoalan yang tengah menghampirinya.
Dalam sebuah perbincangan dengan kumparan, Rabu (4/4), Din mengatakan, dalam pertemuan tersebut Sukmawati sudah menyatakan niatnya untuk meminta maaf kepada publik.
“Menyikapi kontroversi terhadap puisi yang dibacakannya, yang menyulut kemarahan sebagian umat Islam, Sukmawati Soekarnoputri menyampaikan penyesalan dan permohonan maaf kepada umat Islam. Secara resmi akan disampaikan dalam konferensi pers siang ini, Rabu (4/4),” ungkap Din.
Berikut wawancara lengkap kumparan dengan Din Syamsuddin tentang pertemuannya dengan Sukmawati:
Prof, apa benar kemarin sore Ibu Sukmawati menemui Anda?
Ya benar, kemarin (Selasa) sore Ibu Sukmawati Soekarnoputri datang menemui saya di kantor untuk memberitahu masalah yang dihadapi terkait puisinya yang kontroversial dan minta nasihat bagaimana menyikapinya.
Apa yang Ibu Sukma katakan?
Dia menjelaskan bahwa tidak ada niat sama sekali untuk menghina umat Islam dan agama Islam yang dianutnya sendiri. Sukmawati juga mengaku bahwa sebagai putri Bung Karno dan Ibu Fatmawati yang putri Konsul Muhammadiyah di Bengkulu pada masa pra kemerdekaan, dia dan putra-putri Bung Karno yang lain diajari agama Islam walaupun tidak mendalam.
Maka menyikapi kontroversi terhadap puisi yang dibacakannya, yang menyulut kemarahan sebagian umat Islam, Sukmawati Soekarnoputri menyampaikan penyesalan dan permohonan maaf kepada umat Islam. Secara resmi akan disampaikan dalam konferensi pers siang ini.
Kalau Prof Din melihat puisi Bu Sukma seperti apa? Apa saran Prof kepada Bu Sukma?
Saya memang mengatakan kepada Ibu Sukma bahwa puisi tersebut mengandung penilaian (judgement) terhadap ajaran Islam dalam nada peyoratif, yakni tentang cadar dan azan yang dinilai tidak lebih baik dari konde dan kidung tradisional. Maka memang sebaiknya meminta maaf.
Ibu Sukmawati pun mengaku bahwa pengetahuannya tentang Islam tidak dalam, maka berniat untuk belajar.
Apa saran Prof Din terhadap umat Islam?
Saya mengimbau kepada umat Islam untuk dapat menerima permintaan maaf Ibu Sukmawati Soekarnoputri, dengan mengedepankan pendekatan dakwah. Memang, seperti kata hikmah, al-insan mahallul khothoi wan nisyan, yakni manusia tidak luput dari salah dan lupa.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here