Komisi A DPRD Pemalang Undang Penyelenggara Pilkada Pemalang Terkait Musayawarah Sengketa

0
90

Beritaplatmerah.com-Pemalang, – Jum’at (11/9), Komisi A DPRD Pemalang mengundang KPU dan Panwaslu Pemalang untuk melakukan dengar pendapat terkait proses tahapan Pilkada serta meminta penjelasan tentang keputusan hasil musyawarah sidang sengketa pilkada yang mengabulkan permohonan bakal paslon Mukti Agung Wibowo – Afifudin.

Panwaslu Pemalang di dalam keputusannya meminta KPU Pemalang membatalkan hasil pleno yang telah menyatakan bakal Paslon Mukti Agung Wibowo-Afifudin gugur karena tidak memenuhi syarat (TMS).

Hadir dalam rapat dengar pendapat tersebut ketua KPU Pemalang Abdul Hakim, ketua Panwaslu Pemalang Hery Setyawan SH, Kepala Kantor Kesbanglinmas Drs. Tutuko Rahardjo, Waket DPRD Sarkawi dan sejumlah anggota komisi A DPRD Pemalang. Sebelum acara dimulai, Ketua komisi A DPRD Pemalang, Wasisto, sempat sempat adu mulut dengan sejumlah wartawan dan aktivis LSM yang berada di dalam ruangan dan tidak diperbolehkan mengikuti rapat, adu mulut  berawal ketika anggota komisi A lainnya, yaitu Wahyudi dari Fraksi PAN mempersoalkan kehadiran wartawan dan LSM yang hadir dan berada di dalam ruangan rapat tersebut serta mempertanyakan,”maaf pimpinan  sidang, saya mempertanyakan apakah rapat ini bersifat terbuka atau tertutup, sebab dalam undangan yang saya terima, rapat berlangsung tertutup  jadi saya mohon agar yang tidak mendapatkan undangan rapat untuk tidak berada di dalam ruangan rapat,”tegasnya. Wasisto ketua komisi A yang menjadi pimpinan sidang  menjelaskan  rapat bersifat terbuka dan wartawan serta aktivis LSM diperbolehkan ikut mendengarkan. Namun Wahyudin ngotot dan meminta agar rapat tetap berlangsung tertutup dan hanya diikuti oleh mereka yang menerima undangan. Akhirnya beberapa wartawan serta aktivis LSM meninggalkan ruangan rapat tersebut.

Selesai rapat, ketua komisi A, Wasisto mengatakan ,”hasil  dengar pendapat dengan  KPU dan Panwaslu Pemalang, Komisi A sudah mendapat penjelasan bahwa dua lembaga penyelenggara pemilu( KPU dan Panwaslu) dalam mengambil keputusan mereka sudah sesuai prosedur, mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan kami menyambut baik apa yang sudah dijelaskan oleh KPU dan Panwaslu,” ujarnya.

Masih kata Wasisto, penjelasan  KPU dan Panwaslu,  seputar terpaan isu-isu miring yang bergulir baik di Panwaslu maupun di KPU sudah dijelaskan semua dan kesimpulannya, dalam pengambilan putusan gugatan sengketa Pilkada tidak ada intervensi dari pihak manapun.

Ketua Panwaslu Pemalang, Hery Setyawan SH ketika diwawancarai  menjelaskan,” terkait putusan yang mengabulkan gugatan pemohon sengketa Pilkada oleh bakal paslon Mukti Agung Wibowo-Afifudin yang sebelumnya dinyatakan TMS oleh KPU, sudah sesuai prosedur, mekanisme dan undang-undang yang berlaku kita tinggal menunggu KPU untuk melaksanakan hasil putusan sidang,” jelas Hery. Sementara ketua KPU Pemalang, Abdul Hakim diwawancarai ditempat yang sama mengatakan bahwa,” sampai hari ini KPU sudah normatif dalam melaksanakan tahapan pilkada di Pemalan dan terus berkoordinasi, baik dengan KPU Provinsi maupun KPU Pusat. Hakim juga menjelaskan terkait dengan gugatan sengketa Pilkada yang di menangkan oleh bakal Paslon Mukti Agung Wibowo- Afifudin besok  Sabtu, 12 September 2015 pihaknya akan melaksanakan keputusan Panwaslu dan menetapkan paslon tersebut menjadi paslon cabup-cawabup yang akan ikut berkompetisi di pilkada Pemalang yang akan digelar pada tanggal 9 Desember 2015.(Joko longkeyang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here