Kisah Cinta Berujung Dibalik Jeruji Besi, Ayah, Izinkan Aku Melihat Anakku

0
18

Beritaplatmerah.com-Bekasi-Pengadilan Negri Kota Bekasi   menggelar sidang lanjutan kasus perlindungan anak dibawah umur selasa (27/10/2015).  Sidang terkait cinta terlarang yang didasari suka-sama suka yang  melibatkan sepasang kekasih antara PL (25) dengan Bunga (19) yang melahirkan seorang bayi tanpa ayah tersebut tertutup untuk umum.Dalam BAP kepolisian Terdakwa dikenai UU perlindungan anak dibawah umur pasal 81 UU RI No 23. Tahun 2002 atau pasal 287 ayat 1 KUHP

Sidang ke empat dengan agenda masih tahap menghadirkan saksi, kali ini majelis Hakim mendengar kesaksian Ibunda korban Roswati,selanjutnya saksi ke dua Julia ermina. Mardy Maxi SH sebagai kuasa hukum PL mengatakan ada kejanggalan terkait dijadikannya Julia sebagai saksi,menurut Maxi bahwa kesaksian julia kurang relevan dalam kasus tersebut karana posisinya hanya sebagai pengasuh dari kecil.

“Lanjut Mardy dari saksi kedua julia yang mengaku pengasuh dari kecil sampai besar, saya sempat tanyakan berarti tau donk bunga Hamil dan jawaban beliau saya tidak tahu, banyak jawaban yang meragukan saya nilai dari kesaksian julia “ujar Mardy”

Senada Dengan Maxi “Hakim sudah mengatakan, kedua saksi ini tidak melihat kejadian itu (berhubungan badan-red), tapi karena sudah di BAP dikepolisian maka diperiksa aja terus, dan untuk nilai yang disampaikan itu tidak ada karena semua hanya mendengar keterangan dari korban (bunga)


Maxi sebagai Kuasa hukum PL  merasa banyak kejanggalan dalam kasus ini,”Maxi mengatakan,tidak berdasar bila Klienya dikenakan kenai UU perlindungan anak dibawah umur pasal 81 UU RI No 23. Tahun 2002 atau pasal 287 ayat 1 KUHP,sebab dalam

 persidangan sebelumnya menurut pengakuan Bunga,mereka melakukan persetubuhan Agustus 2013,waktu Bunga masih berumur 17 tahun, sementara  korban terjadi pembuahan (mengandung) september 2014 dan waktu itu usia korban sudah 18 tahun,artinya pada saat Bunga diketahui hamil dan PL dilaporkan ke polisi,usia Bunga sudah bukan tergolong anak dibawah umur,

Penerapan  pasal 81 UU RI No 23. Tahun 2002 atau pasal 287 ayat 1 KUHP   melaporkan  PL karena Bunga hamil  ,  “ujar Mardy Maxi kepada Platmerah.

Sebelumnya diketehui bahwa Anak yang dikandung bunga kini telah dilahirkan, Ayah bunga, kakek sang jabang bayi tersebut yang salah satu Dosen di salah satu perguruan tinggi Dr.Ir Batara Maju Simatupang enggan untuk dimintai keterangan disaat menghadiri persidangan, “No Comment uangkapnya”

Bunga adalah  salah seorang mahasiswi fakultas Kedokteran di salah satu universitas di Jakarta, sementara PL  seorang karyawan swasta di salah satu perushaan, Rumah keduanya saling berdekatan (bertetangga) ini, PL dan keluarga korban “bunga” juga sudah saling dekat pula, dimana kepada ibunya Bunga, PL yang kerap memanggil dengan sebutan mama, juga sering bercanda melalui via BBM, bukan itu saja ditambah kedua orang tua yang satu gereja bahkan juga kerap mengisi kegiatan aktivitas gereja dengan paduan suara bersama (kor) namun ntah mengapa “menurut Victor (ayah PL) kejadian ini seperti cambuk buat keluarga saya, dari kejadian ini pula saya sudah mencoba mediasi secara kekeluargaan, namun oleh Batara ayah korban, tidak memberikan kesempatan buat anak-anak ini bersama bahkan Bayi yang tak berdosa ini bagaimana mendapatkan identitas yang jelas nantinya “ujar victor

Setelah selesai sidang ditempat yang terpisah PL yang berjalan memasuki ruang tahanan “tertunduk lesu” saat wartawan mintai keterangan, PL mengatakan Izinkan saya bertemu dengan anak saya pak, (putra tobing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here