Ketua KONI Temui Wapres, Bahas PON sampai Olimpiade

0
26

Jakarta – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Tono Suratman, merasa kurangnya persiapan atlet-atlet Indonesia menghadapi Olimpiade tahun ini di Rio de Janeiro, Brasil.

Hal itu dikatakan Tono kepada wartawan seusai bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor wakil presiden, Jln. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (9/2/2016).

“Kalau bisa, dapat satu medali emas. Syukur-syukur kalau dua (emas) ya,” cetus Tono tentang prediksinya di Olimpiade 2016.

“Kita tahu persiapan kita terbatas. Atlet-atlet muda juga terutama di bulutangkis belum disiapkan untuk Olimpiade,” tambahnya.

Olimpiade sejatinya menjadi ranah Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) yang dipimpin Achmad Sutjipto, serta Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang diketuai Erick Thohir.

Kepada Wapres JK, Tono dan sejumlah pengurus KONI juga melaporkan persiapan Pekan Olahraga Nasional, yang memang menjadi urusan organisasi mereka. Selain PON 2016 di Jawa Barat, juga akan ada PON remaja 2017 di Jawa Tengah, lalu PON 2020 di Papua.

Soal pelaksanaan PON Jabar, ia mengatakan persiapan sudah mencapai 94 persen dan akan rampung pada Juli mendatang.

Tono, yang organisasinya sempat ngeyel terkait pencantuman logo lima ring milik International Olympic Committee (IOC), juga curhat pada JK agar alokasi anggaran untuk olahraga mencukupi.

“Sedapat mungkin anggaran itu teralokasi sepanjang tahun, karena olahraga prestasi ini dituntut juga prestasi-prestasi yang mau tidak mau kita harus ikut pada kejuaraan-kejuaraan multievent, sekaligus kesinambungan pembinaan prestasi,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here