Ketua DPP Apdesi Tidak Bertanggung Jawab, Terkait “Rencana Demostrasi Besar-Besaran Ke Istana

0
14

Beritaplatmerah.com-Jakarta- Adanya rencana demonstrasi besar-besaran yang akan dilakukan APDESI (Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia) di Istana Negara pada hari ini, Rabu (27/5), terkait upaya revisi Peraturan Pemerintah No. 43, yang sudah lama menjadi topik serta bahan perdebatan, terutama masalah tanah bengkok bagi Kepala Desa dan perangkatnya. Beberapa point yang akan disampaikan pada rencana aksi demo tersebut, antara lain, mengenai tanah bengkok yang selama ini hanya masuk ke kantong Kepala Desa dan perangkatnya saja, sementara kas desa tidak pernah mendapat masukan. Kedua, mengenai Pemerintah Kabupaten yang belum membuat Peraturan Daerah tentang Dana Desa yang bersumber dari APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara), dan yang terakhir adalah mengenai dana Desa 1 Milyar yang hingga saat ini terkesan seperti pepesan kosong atau belum juga terealisasi. Namun saat dikonfirmasi wartawan, Ketua DPP APDESI, Sindawa Tarang, memberikan penjelasan, bahwa pihaknya tidak bertanggung jawab atas aksi demonstrasi tersebut. “Demonstrasi yang akan dilakukan pada hari Rabu, (27/5), adalah kegiatan yang ditunggangi oleh oknum dan dipolitisir. Adapun beberapa pengurus APDESI yang datang di Istana Negara, itu dikarenakan adanya oknum yang menyebarkan Email dan SMS, dengan mengatasnamakan nama saya,” ujar Sindawa Tarang. Sindawa juga menjelaskan, point-point yang akan disampaikan pada demo tersebut, sebenarnya sudah disampaikan kepada bapak Menteri Desa Marwan Jafar, bahkan sudah diakomodir, akan tetapi perevisian PP No. 43 itu tidak mudah dan memerlukan waktu yang cukup panjang, dan pada dasarnya PP No. 43 tersebut bukanlah produk Kementerian Desa, tapi produk Kementerian Dalam Negeri,” tandasnya. “Selama ini APDESI sudah menjalin komunikasi yang sangat baik dengan pihak Kementerian terkait PP No. 43, jadi kegiatan demonstrasi yang dilakukan tersebut bukanlah perintah DPP APDESI,” tutupnya.(Batas/PM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here