Kekearasan Terhadap Siswa kembali terjadi, Korban Merasa Takut Untuk Masuk Kesekolah

0
12

 BERITAPLATMERAH.COM-JAKARTALagi-lagi dunia pendidikan tercoreng oleh ulah oknum guru yang tempramental dan arogan terhadap siswa. Siti Aisyah salah satu oknum guru SDN 13 Rawabadak Utara kecamatan Koja Jakarta Utara yang seharusnya dapat membimbing kini berubah menjadi momok seorang monster sehingga membuat siswa takut untuk masuk sekolah.

  Berawal dari piket kebersihan, senin (4/06) lima siswa diantaranya ITN (11), DNS (12), BCT (11), IBN (11) dan DMS (11) yang duduk dibangku kelas V mendapat jadwal hari selasa untuk melakukan bersih ruangan kelas, namun belum hari selasa, entah mengapa kelima siswa yang piket tersebut dipanggil dan disuruh berbaris untuk mendapat hukuman karena tidak melakukan piket kebersihan,tidak disangka oknum guru Siti Aisyah langsung memukul kaki kelima siswa tersebut menggunakan kayu sehingga kelima korban tersebut mengalami luka memar dan nyeri denyut apabila disentuh.

Merasa heran, kelima korban yang terkejut dihukum tersebut merasa kaget, karena piket yang jadwal mereka pada hari selasa ini malah dihukum pada hari senin, hal ini dibenarkan oleh korban ITN (11), menurut korban saya tidak pernah melakukan piket kebersihan lantaran jadwal yang ITN ketahui jatuh pada hari selasa bukan senin, ini kok hari senin saya dihukum dan dipukul om “sambil menangis merasa ketakutan”

anak3
anak2 siswa korban kekerasan guru

                Siti aisyah yang hendak ingin wartawan wawancarai selasa (05/06) tidak berada di ruangan, menurut sumber yang ada disekolah tempat siti mengajar mengatakan bahawa Siti Aisyah SEDANG izin ke imigrasi untuk mengurus paspor, karena oknum guru yang memukul kelima anak murid tersebut hendak umroh, sementara imron ali S.pd kepala sekolah SDN 13 Rawabadak Utara sedang mengikuti rapat di sudin men (suku dinas pendidikan), merasa kecewa wartawan sempat di bohongi oleh Kasi dikdas 2 kecamatan Koja Hasna yang ingin di komfirmasi di sudin dikdas (suku dinas pendidikan dasar dan  menengah) malah kabur dan pergi meninggalkan wartawan, sehingga meninggalkan tas yang dimilikinya berada di atas meja(Putra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here