Kapolda Jabar Datangi Rumah Tersangka Pengoplos Miras di Cicalengka

0
15

Kabupaten Bandung – Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto hari ini mendatangi rumah milik HM salah satu tersangka penjual dan pengoplos minuman keras (miras) oplosan yang beberapa hari terakhir ini menewaskan puluhan korban dan seratusan korban lainnya dirawat di rumah sakit, Kamis (12/4/2018) siang.

Kapolda mendatangi rumah salah satu tersangka yang terletak di pinggir Jalan Raya Bandung-Garut (bypass), di wilayah Desa Cicalengka Wetan, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, untuk melihat langsung rumah tersebut sekaligus memberikan keterangan kepada sejumlah awak media.

Informasi yang dihimpun, rumah pengoplos miras ginseng milik HM yang sudah dijadikan tersangka ternyata memiliki bunker di belakang rumah. Sekilas bunker tersebut tak akan terlihat karena posisinya yang terhalang oleh gazebo.

Seperti diberitakan, HM merupakan istri dari SS yang hingga kini masuk daftar pencarian orang (DPO). SS merupakan pemilik sekaligus peracik miras oplosan.

Rumah mewah tersebut berada di pinggir Jalan Bandung-Garut,  Kecamatan Cicalengka itu juga dipasang CCTV di depan rumah sementara di belakang rumah terdapat dua kolam renang. Satu untuk ukuran orang dewasa sedangkan satu lagi untuk anak-anak.

Dekat kolam renang terdapat gazebo berwarna putih. Pintu masuk bunker berada di sebelah gazebo. Ukuran pintunya tak terlalu besar, hanya cukup untuk satu orang. Masuk ke dalam bunker, harus melalui tangga.

Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto bersama Bupati Bandung, Dadang Naser beserta Dandim 0609 dan Kapolres Bandung masuk ke dalam bunker. Ada sekitar 15 orang yang melakukan pemeriksaan ke dalam bunker.

Bungker yang ada di rumah tersangka

Awak media hanya bisa melihat bunker dari sebrang kolam renang. Sekitar lima menit, Kapolda berada di dalam bunker. Menurut Agung, bunker tersebut berukuran panjang 18 meter, lebar empat meter, dan tinggi 3,20 meter.

“Ada dua bagian di bunker itu. Pertama bagian khusus untuk meracik miras oplosan,” kata Agung saat konferensi pers di rumah HM, Kamis (12/4/2018).

Di dalam bunker tersebut semua miras oplosan ginseng diproduksi. Selain itu, bunker juga digunakan untuk tempat penyimpanan bahan baku dan miras. Penyidik menemukan bahan hingga alat untuk memproduksi miras.

“Di bunker juga ada exhaust fan. Kalau orang liat sekilas, exhaust fan itu hanya untuk membuang angin. Tapi itu untuk membuang hawa dari alkohol yang membahayakan,” ucapnya.

Menurut Agung, diperkirakan bunker tersebut sudah ada sebelum bulan Agustus 2017. Pasalnya, HM mulai memproduksi miras sejak Agustus 2017. “Beton bunkernya juga sangat kuat tali tetap berbahaya jika ada di dalamnya,” ujarnya.

Satu per satu misteri miras oplosan di Cicalengka mulai terkuak. Namun kepolisian masih belum mengetahui kadar miras karena harus menunggu keterangan dari SS. “Bisa dipastikan di rumah ini merupakan tempat produksi miras,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here