FB_IMG_1500136281840

Kalah dari Mitra Kukar, Jajang Mundur dari Persib

“Dengan kekalahan ini, saya ingin istirahat dulu. Artinya saya resign. Ini sudha keputusan bulat dari saya. Saya sudah bilang ke manajer dan manajemen, dan kali ini Insya Allah mereka izinkan saya. Karena Saya gagal mengangkat performa tim,” kata Djadjang susai pertandingan.

Pelatih yang akrab disapa Djanur itu mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada manajemen yang telah memberikan kepercayaan penuh kepadanya selama lima tahun terakhir ini. Banyak kenangan indah yang ia rasakan selama lima tahun membesut Persib, paling berkesan adalah membawa Maung Bandung juara Liga Indonesia 2014.

“Saya ucapkan terimakasih kepada manajemen. Lima tahun bersama Persib sudah lima trofi saya kasih. Tapi jalan sebagai manusia tentu ada naik-turun, dan kali ini saya tidak bisa mengangkat performa tim,” tutur Djanur menegaskan.

Djanur melanjutkan bahwa salah satu faktor yang membuat Persib mengalami performa buruk pada musim ini adalah krisis penyerang menjadi faktor terbesar. Persib sebenarnya memiliki Sergio van Dijk, sayang pemain naturalisasi asal Beanda itu harus mengalami cedera, yang memaksanya tidak tampil maksimal untuk Persib.

Selain itu, mereka sebenarnya masih memiliki Carlton Cole, sayang sang pemain gagal mewujudkan harapan. Alih-alih mencetak gol bagi Persib, Cole justru lebih banyak duduk di bangku cadangan.

“Faktor mencolok dari kegagalan saya adalah saya tidak bisa menghadirkan sosok striker yang bisa mengangkat performa tim. Yang satu cedera dan yang satu di luar ekspektasi. Sebagai pelatih, itu adalah tanggung jawab saya, dalam rekrutmen. Jangan ada simpang siur karena ini mutlak kesalahan saya,” kata Djanur.

“Kalau saja ada striker permasalahan mungkin selesai. Kami datang ke sini juga hanya dengan satu striker. Saya pikir ini salah saya dalam perencanaan. Sebagai pelatih, saya bertanggung jawab,” tuturnya menambahkan.