Janda Muda di Bantul Tewas Mengenaskan di Tengah Sawah

0
5

Yogyakarta – Masyarakat Trirenggo dan sekitarnya geger setelah Ny Jumiyati (33) warga Depok RT 03 Desa Gilangharjo Kecamatan Pandak Bantul Polda DIY ditemukan tewas mengenaskan di bulak persawahan Dusun Cepoko Trirenggo Bantul, Rabu (30/5/2018).

Pada saat ditemukan, perempuan malang itu mengalami cidera sangat parah dibagian muka dan luka sobek dibelakang telinga. Bahkan mukanya korban sulit dikenali setelah dihantam balok kayu. Hingga kini motif kasus mengerikan tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Dari lokasi kejadian polisi menyita barang bukti, perhiasan kalung emas, cincin emas, jam tangan warna perak, potongan batang kayu, bros bertuliskan ‘Buka puasa bersama dan pemberian santunan anak yatim, Sabtu 25 Mei 2018 RDC Milagros Solo’.

Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Rudy Prabowo mengatakan, ketika ditemukan pertama kali oleh warga pukul 06.00 WIB. Korban tergeletak di jalan tengah sawah Cepoko Trirenggo Bantul. Korban mengenakan jemper merah, sepatu warna putih bercelana jins biru dongker.

“Kami belum bisa memberikan keterangan terlalu banyak, terkait dengan peristiwa itu, yang jelas semua masih dalam penyelidikan, semua barang perhiasan masih dipakain korban,” ujar Rudy. Oleh karena itu pihaknya terus mengumpulkan keterangan sejumlah saksi disekitar lokasi kejadian.

Sementara Kapolsek Bantul, Kompol Paimun SH mengatakan, awalnya mendapat kabar jika korban yang ditemukan tewas itu warga Kanigoro Gunungkidul. Setelah pihak keluarga melakukan pengecekan ternyata bukan. Setelah itu Tim Inafis Sat Rekrim Polres Bantul melacak identitas korban dengan Mobile Automated Multi- Biometric Identification System (Mambis) dan ditemukan jika korban berasal dari Pandak.

“Setalah kami cek dengan Mambis, dari hasil pelacakan dengan sistem itu, memang benar korban merupakan warga Depok Gilangharjo Pandak Bantul,” ujar Paimun. Tetapi sampai sekarang belum diketahui motif dari tindakan keji itu.

Terpisah Kepala Dusun Depok Gilangharjo Pandak Bantul, Suratijo mengatakan warganya yang ditemukan tewas dibulak Cepoko Trirenggo Bantul itu sejak Selasa (29/5/2018) pergi untuk keperluan bekerja. Selama ini dengan masyarakat sekitar dan keluarganya tidak pernah ada persoalan. Sehingga ketika ditemukan meninggal justru membuat warga Depok kaget.

“Mbak Jumiyanti itu bekerja sebagai sales minuman Milagros. Sejak tiga tahun lalu memang sudah bercerai dengan suaminya. Tetapi saya tidak tahu juga tentang kasus ini,” ujarnya.

Menurutnya sejak meninggalkan rumah untuk bekerja juga tidak meninggalkan pesan kepada keluarganya.

“Dia warga saya, lahir dan besar di kampung ini, suaminya dulu orang Sanden,” jelansya.

Suratijo mengatakan, sebagai seorang janda apalagi usianya relatif muda tentu punya teman banyak.

Dari pantauan KRJOGJA.com dilapangan, lokasi ditemukannya korban jauh dari jalan utama. Selama jalan tersebut dimanfaatkan oleh petani pergi ke sawah untuk mengalirkan air. Hal tersebut dibenarkan oleh Pastiman warga Cepoko Trirenggo Bantul. Lelaki tersebut mengatakan, bahwa jalan ditengah arae persawahan itu sangat jarang lalui masyarakat umum. Sementara gardu ditengah sawah selama ini hanya dimanfaatkan petani berteduh atau berlindung dari sengatan matahari.

“Jalan itu kalau malam sangat sepi, bahkan masyarakat umum tidak melintas. Meski ada orang lewat tetapi kebanyakan petani setempat karena ingin memantau aliran air,” ujar Pastiman. Sehingga sebagai warga yang tinggalnya tidak jauh dari lokasi kejadian Pastiman tidak mendengar adanya suara gaduh atau keributan.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here