Ini Daftar Tarif Listrik Yang Turun

0
28

Jakarta -Tarif listrik bagi industri dan bisnis pada Maret 2016 yang mengikuti mekanisme tariff adjustment, kembali mengalami penurunan.
Dua belas golongan tarif pada Maret 2016, yang mengikuti mekanisme tariff adjustment, turun antara Rp 26 hingga 41/kWh dibanding bulan Februari 2016.

Penurunan tarif listrik itu lagi-lagi terutama karena penurunan harga minyak bumi (ICP) dari semula US$ 35,48/barel pada Desember 2015 menjadi US$ 27,49/barel pada Januari 2016.

Demikian disampaikan Kepala Divisi Niaga PT PLN (Persero), Benny Marbun, Selasa (1/3/2016).

Namun, besaran inflasi yang turun dari 0,96% (Desember 2015) menjadi 0,51% (Januari 2016), serta relatif tetapnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dari Rp 13.855/US$ (Desember 2015) menjadi Rp 13.889/US$ (Januari 2016) juga membantu turunnya tarif listrik.

Selengkapnya tarif listrik bulan Maret 2016 bagi 12 golongan tarif yang mengikuti mekanisme tariff adjustment sebagai berikut:

TARIF LISTRIK KONSUMEN TEGANGAN RENDAH:

Februari 2016: Rp 1392/kWh
Maret 2016: Rp 1355/kWh

Golongan tarif yang masuk kelompok ini:
1. Rumah tangga kecil R1/1300 VA
2. Rumah tangga kecil R1/2200 VA
3. Rumah tangga sedang R2/3500-5500 VA
4. Rumah tangga besar R3/6600 VA ke atas
5. Bisnis menengah B2/6600 VA-200 kVA
6. Pemerintah sedang P1/6600 VA-200 kVA
7. Penerangan Jalan P3

TARIF LISTRIK KONSUMEN TEGANGAN MENENGAH:

Februari 2016: Rp 1071/kWh
Maret 2016: Rp 1042/kWh

Golongan tarif yang masuk kelompok ini:
8. Bisnis besar B3/di atas 200 kVA
9. Industri menengah I3/di atas 200 kVA
10. Pemerintah besar P2/ di atas 200 kVA

TARIF LISTRIK KONSUMEN TEGANGAN TINGGI:

Februari 2016: Rp 959/kWh
Maret 2016: Rp 933/kWh

Golongan tarif yg masuk kelompok ini:
11. Industri skala besar I4/di atas 30 MVA

TARIF LISTRIK KONSUMEN LAYANAN KHUSUS (TERMASUK LAYANAN PREMIUM):

Februari 2016: Rp 1573/kWh
Maret 2016: Rp 1532/kWh

Golongan tarif yg masuk kelompok ini:
12. Layanan Khusus L di TR/TM/TT.

Semakin rendahnya tarif listrik bagi industri dan bisnis skala menengah dan besar ini tentunya diharapkan berdampak positif bagi meningkatnya daya saing industri terhadap produk impor, dan semakin bergairahnya dunia usaha.

 

(detik.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here